“Pemboikotan produk Prancis ini dilakukan hingga Presiden Prancis meminta maaf kepada umat muslim di dunia,” tegasnya.
Tak hanya itu, dalam aksi ini juga massa meminta kepada setiap minimarket atau pusat pembelanjaan di Kota dan Kabupaten Sukabumi untuk memisahkan produk Prancis dan produk lainnya.
“Kami meminta kepada seluruh minimarket yang ada di Sukabumi, untuk memisahkan produk Prancis dan produk lainnya, dikasih nama ini produk Prancis, agar umat Islam mengetahuinya karen tidak semua orang mengetahui produk Prancis,” paparnya.
Sementara itu, Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Sukabumi R. Gani Muhammad mengungkapkan, pemerintah akan segera berkoordinasi intenal terkait tuntutan para peserta pengunjuk rasa untuk memboikot prodak dari Prancis.
“Kami akan berkoordinasi dan mempelajarinya dengan didalam internal Pemkab Sukabumi, dengan perkembangan situasi di Sukabumi terkait permintaan dari para pengunjuk rasa dari beberapa elemen itu,” singkatnya. (bam)






