Angka Kemiskinan di Kabupaten Sukabumi Bertambah, Sekda Jelaskan Penyebabnya

Kemiskinan-Kabupaten-Sukabumi
Potret kemiskinan di Kabupaten Sukabumi. (Foto Ilustrasi)

SUKABUMI — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman mengatakan angka kemiskinan di Kabupaten Sukabumi bertambah seiring adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Hal ini dilakukan puluhan perusahaan terhadap ribuan buruh pabrik garmen, akibat dampak dari resisi ekonomi global telah menyita perhatian semua kalangan.

“Memang benar, terus terang saja hari ini pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi khawatir. Selain dampak krisis global, juga ada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) itu,” kata Ade Suryaman kepada Radar Sukabumi usai menghadiri kegiatan penyusunan kebijakan perlindungan anak korban dari radikalisme dan tindak pidana terorisme di Ball Room Hotel Augusta Cikukulu, Kecamatan Cicantayan pada Jumat (30/09).

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut ia menjelaskan, sebenarnya pemberhentian buruh pabrik di Kabupaten Sukabumi ini, bukan hanya dilakukan pada saat resisi ekonomi global saja. Namun, ini mulai terjadi saat pandemi Covid-19. “Iya, sejak pandemi hingga sekarang endemi pemberhentian buruh pabrik itu masih terus terjadi secara bertubi-tubi,” tandasnya.

Untuk itu, pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi berharap kedepannya pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Sukabumi lebih bagus lagi dan ia juga mengharapkan angka pengangguran di Kabupaten Sukabumi tidak meningkat.

“Kalau semisal angka pengangguran di Kabupaten Sukabumi, meningkat. Otomatis angka kemisikinan juga akan bertambah di Kabupaten Sukabumi,” bebernya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *