“Alquran adalah ayat-ayat suci yang diturunkan kepada manusia untuk dijalankan dan dijadikan pedoman, nah disini saya melalu baldatun mengajak kepada masyarakat untuk membaca, memahami dan mengamalkan apa yang ada dalam Alquran, saya yakin jika manusia sudah faham kepada Alquran hidupnya akan tenang, selalu bersyukur dan bertindak secara terukur, “tegasnya.
Lebih lanjut orang yang juga sebagai koordinator KAHMI Sukabumi ini menambahkan, bahwa sebuah konsep program Baldatun secara bertahap yang bermuara kepada Alquran. Pertama mengajak budaya baca dengan program wakaf Alquran. Sudah 3.109 Alquran yang diwakafkan. Nah, pada fase budaya faham Baldatun menwakafkan Alquran yang ada terjemahan, tujuannya adalah masyarakat setidaknya bisa mengerti secara garis besar apa yang terkandung dalam Alquran. Dan lebih jauhnya bisa menjalankan apa yang ada didalamnya.
“Intinya, Baldatun berproses dan hadir untuk menjalankan kebaikan walaupun kecil, tujuannya agar kebaikan yang ditanam bisa menjadikan masyarakat sedikit-sedikit sadar bahwa hanya dengan Alquran lah Manusia bisa hidup tenang dan damai akibat iman, “tukasnya. (hnd)






