Ade Dasep : Corona Adalah Ujian Sekaligus Peringatan

Pendiri sekaligus penanggungjawab Baldatun Center Ade Dasep Zaenal Abidin memasangkan masker kepada anak yatim, di Kelurahan/Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (10/04).

SUKABUMI — Wabah virus corona yang menerjang seluruh dunia tak terkecuali Indonesia, membuat sejumlah masyarakat was-was, khawatir dan takut dengan virus mematikan yang pertama muncul di Wuhan ini. Saat ini, negara kuat sekelas Amerika dan China sekalipun ketar ketir dibuatnya. Menurut Pendiri sekaligus penanggungjawab Baldatun Center Ade Dasep Zaenal Abidin, mengatakan bencana dunia ini, adalah ujian dan peringatan dari Allah untuk umat manusia.

“Harusnya sadar, kita sebagai manusia sangat lemah dihadapan Allah, jangan merasa hebat. Didalamnya Alquran sudah diingatkan bahwa manusia itu lemah dan terbatas. Kalaupun, manusia hebat sudah sejak lama ditemukan penanggkalnya. Nah, saya berpendapat bahwa hanya atas pertolongan dan kehendak Allah virus ini bisa ditemukan obatnya, “jelas Ade Dasep usai melakukan Jumat Keliling (jumling) ke 18 di Mesjid Jami Darul Falah Kp. Sekarwangi RW 20 Kelurahan Cibadak Kecamatan Cibadak Jum’at (10/04).

Bacaan Lainnya

Didalam salah satu ayat Alquran yang berbunyi ‘dan tidaklah kamu diberikan ilmu kecuali sedikit’ itu merupakan peringatan dari Allah bahwa sebagai manusia tidak bisa merasa paling hebat, tetap berusaha namun dengan hati meminta pertolongan kepada Allah. Bahkan, untuk membantu pemerintah Kabupaten Sukabumi, dirinya juga mengajak kepada masyarakat untuk mematuhi anjuran pemerintah dalam hal ini Bupati Sukabumi Marwan Hamami.

Selain itu,orang yang juga sebagai politisi Partai Gerindra meminta agar tidak gampang panik terhadap kabar-kabar yang belum tentu kejelasaanya. Memang didalam Alquran bahwa manusia itu memiliki sipat Ajuula (tergesa-gesa red). Itu artinya kebanyakan manusia mudah labil dan rapuh dari segala hal. “Tetap tenang dan waspada, gunakan masker jika keluar rumah ketika berjalan ditempat keramaian yang berpontensi adanya penularan corona, “terang orang yang juga sebagai Koordinator Presidium Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Sukabumi.

Takut dan sedih tentang berbagai kabar di media sosial adalah yang wajar, tetapi jangan berlebihan. Karena penyakit yang paling berbahaya dimiliki manusia adalah ketakutan dan kesedihan. Manusia itu memiliki tendensi egoistik yang tinggi. Tendensi ini kemudian melahirkan berbagai manipulasi dalam hidup. Hal ini terlihat betapa sebagian menggunakan kesempatan “musibah” ini untuk meraup keuntungan pribadi dengan memanipulasi harga barang-barang keperluan dasar untuk menghadapi Corona. Masker misalnya tiba-tiba habis di pasaran dan hanya ditemukan dengan harga yang ratusan kali lipat.

“Nah saya juga miris ketika harga kebutuhan untuk penanganan corona naik tak terkendali seperti masker salah satunya, makanya saya dalam jumling kali ini agak sedikit berbeda yakni selain mewakafkan Alquran dan menyantuni anak yatim, tentunya memberikan masker gratis kepada masyarakat terkhusus kepada anak yatim binaan baldatun center, “terangnya.

Lebih lanjut orang yang memiliki angka tertinggi sebagai calon wakil bupati yang ideal untuk mendampingi Bupati Kabupaten Sukabumi Periode 2020-2025 di Polingkita.com ini mengatakan,semoga corona tidak saja hadir membawa seribu satu kekhawatiran dan ketakutan. Tapi juga hadir untuk mengingatkan manusia dalam banyak hal. Terutama tentang realita akan dirinya sendiri. Semoga ujian corona ini menyadarkan manusia untuk belajar rendah hati, bahkan merendahkan diri di hadapan yang Maha Tinggi lagi Maha Kuasa.

“Saya berpendapat segala sesuatu yang dapat mengakibatkan kesulitan harus ditinggalkan atau diupayakan menghindarinya. Itu artinya, jika kita berada di Zona merah yang rentan penyebaran virus ini, maka sebisa mungkin untuk menghindari dengan cara mematuhi pemerintah, “terangnya.

Orang yang juga sebagai Sekretaris Komisi 1 DPRD Kabupaten Sukabumi melanjutkan, dengan adanya wabah ini setidaknya, kita bisa memaknai tujuan agama hadir di dunia ini. Memelihara agama itu tidak mudah, mulai dari akal, jiwa dan harta benda serta keturunan dianjurkan agama untuk dijaga. Soalnya, kita hidup sekarang ini adalah jembatan kehidupan bagi yang akan datang, jika rusak maka generasi yang akan datang juga ikut rusak. Maka, peliharalah kehidupan ini agar anak cucuk kita kedepan bisa merasakannya.

“Seperti biasa, dalam kegiatan jumling kemarin seperti biasa meminta kepada anak yatim piatu binaan yang disantuninya untuk berdoa agar wabah virus corona ini cepat berakhir. Kegiatan Jumling adalah merupakan bentuk tafakur (renungan) dirinya di tengah penyebaran Coronavirus Desease (Covid-19). Karena Ini merupakan salah satu upaya spiritual, disamping ikhtiar yang telah dilakukan Pak Marwan dengan cara menyemprotan disinfektan di area publik serta instruksi physical distancing kepada masyarakat,”bebernya.

Orang yang juga sebagai Sekretaris Fraksi Partai Gerindra mengatakan, cara baldatun melawan virus covid 19 dengan melakukan wakaf Al-quran dan santunan anak yatim sebagai salah satu ikhtiar, mengapa. Pertama untuk Wakaf Alquran, tujuannya mengajak masyarakat untuk jangan cemas dan takut namun tetap waspada dengan virus ini caranya lebih memperbanyak membaca Alquran. Kedua Untuk Santunan anak Yatim untuk mengetuk pintu langit agar wabah ini cepat berlalu.

“Baldatun sudah Wakaf Al-Qur’an Yang Ke 2.534, dan Memiliki 1.800 Binaan Anak Yatim Yang Belum Baligh Sedapil 3 Sukabumi. Kami serukan untuk berdoa untuk keselamatan bangsa ini dari cobaan penyakit yang mematikan, “tandasnya.

Terakhir, Perlu diketahui apa-apa yang dilakukan manusia adalah sebuah ikhtiar untuk mencapai suatu harapan. Seperti program Baldatun yang sudah dijalankan sejak lima tahun silam yakni Wakaf Alquran dan menyantuni anak yatim piatu adalah sebuah ikhtiar mewujudkan budaya Baca, Faham dan Amal Alquran serta memuliakan anak yatim piatu yang ada di Dapil III khususnya dan umumnya bagi Kabupaten Sukabumi agar menjadi daerah yang berkah dan mulia.

“Kita hanya berikhtiar dan bersungguh-sungguh, sisanya Allah yang menentukan. Semoga kita semua diberikan kemudahan. Corona hilang Romadhon datang, Marhaban Ya Romadhon, bersama Baldatun Center berbagi berkah di indahnya Romadhon, berbagi menuai berkah di indahnya Romadhon. “pungkasnya. (hnd/adv)


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *