7 Korban Gempa Cianjur Dirawat di RSUD Sekarwangi Cibadak, Ini Datanya

Korban Gempa Cianjur
DILAYANI : Humas RSUD Sekarwangi Cibadak, Ramdhansyah saat meninjau salah seorang pasien asal Cianjur yang tinggal di rumah singgah RSUD Sekarwangi Cjbadak pada Rabu (23/11) (FOTO : UNTUK RADAR SUKABUMI)

SUKABUMI — Sebanyak tujuh warga Kabupaten Cianjur yang merupakan warga terdampak bencana gempa bumi, dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi Cibadak. Tujuh pasien ini, terpaksa harus ditangani di RSUD Sekarwangi. Lantaran, mereka tidak memungkinkan ditangani di Rumah Sakit Sayang Cianjur.

Humas RSUD Sekarwangi Cibadak, Ramdhansyah mengatakan, pihaknya membenarkan terkait adanya tujuh warga Kabupaten Cianjur yang telah ditangani di RSUD Sekarawangi. Ketujuh pasen asal warga Kabupaten Cianjur itu, sudah mendapatkan tindakan hemodialisis atau cuci darah.

Bacaan Lainnya

“Ia, memang betul kami dari Rumah Sakit Sekarwangi sampai dengan saat ini, sudah melakukan tindakan cuci darah sebanyak 7 orang pasien yang dikirim dari Rumah Sakit Sayang Cianjur. Dikarenakan Rumah Sakit Sayang Cianjur sibuk menampung korban gempa. Sehingga tidak memungkinkan dan sebagian besar pasien yang terjadwalkan cuci darah telah dirujuk atau di over ke rusak sakit lain. Salah satunya, ke Rumah Sakit Sekarwangi ini,” kata Ramdhansyah kepada Radar Sukabumi pada Rabu (23/11).

Pihaknya mengaku, bahwa RSUD Sekarwangi Cibadak dengan senang hati bisa membantu warga yang kemalangan di Kabupaten Cianjur.

“Dari 7 pasien ini, ada beberapa yang mempunyai keluarga di sini. Nah, pasen itu kami arahkan untuk tinggal di keluarganya yang di Sukabumi,” bebernya.

Namun, bagi pasien asal Kabupaten Cianjur yang tidak memiliki keluarga di Sukabumi, ia menyarankan untuk tinggal di rumah singgah RSUD Sekarwangi Cibadak.

“Ini kami lakukan supaya jadwal berikutnya di hari Jumat dapat memudahkan untuk cuci darah. Karena, jika pulang ke Cianjur pun mereka kasihan harus tinggal di tenda pengungsian. Mendingan di rumah singgah agar nyaman dan pasien bisa terlihat tenang,” paparnya.

Pihaknya menambahkan, ke tujuh pasien ini telah dikirim dari Cianjur pada Selasa (22/11) malam dan mereka ini sudah terjadwalkan untuk melakukan cuci darah. Untuk itu, dikarenakan rumah mereka rata dengan tanah akibat guncangan gempa bumi tersebut. Maka, ia memberikan tawaran kepada mereka untuk tinggal di rumah singgah sampai dengan jadwal berikutnya.

“Ada dua pasien yang tinggal di rumah singgah. Alhamdulillah keperluan mereka mulai dari minum, makan kami siapkan untuk mereka. Kami rumah sakit di Kabupaten Sukabumi, siap membantu apabila diperlukan. Intinya dengan senang hati kami siap memberikan pelayanan terbuka atau memberikan proses tindakan medis yang harus dilalukan,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu orang pasen yang dirawat di RSUD Sekarwangi Cibadak, Laela (52) asal warga Kampung Garogol Legok, RT 01/RW 05, Desa Cibulakan Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur mengatakan, awal mulanya ia sebelum datang ke RSUD Sekarwangi Cibadak, ia terlebih dahul datang ke Rumah Sakit Sayang Cianjur.

“Kata dokter disana, sudah tidak bisa disini mah, untuk cuci darah harus ke Sukabumi ke Rumah Sakit Bunut,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *