“Saat ini, belum ada bantuan dari manapun, hanya dari BPBD saja memberikan bantuan sebanyak 30 beronjong. Iya, itu pun tidak mencukupi,” katanya.
Untuk penanganan sementara sebelum bantuan turun dari pemerintah, maka puluhan warga dan pemerintah Desa Kebonmanggu dan Desa Sirnaresmi Kecamatan Gunungguruh serta Desa Kertaraharja dan Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar langsung melakukan aksi gotong royong untuk memperbaiki saluran irigasi yang jebol itu, dengan menggunakan peralatan seadanya.
“Iya, tanggul irigasi yang jebol itu seharunya dibangun menggunkan semen. Namun, karena keterbatasan anggaran, kami hanya memperbaiki seadanya saja. Seperti menyediakan batu sebanyak 80 kubik dan ribuan karung yang di isi tanah untuk menahan tanggul yang jebol itu.
Namun, upaya ini tidak maksimal. Terlebih lagi, cuaca ekstrim saat ini, dapat berpotensi bencana susulan,” imbuhnya.
Saluran irigasi Cipendeuy, ujar Rasnita, bukan hanya dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian warga di wilayah Desa Kebonmanggu saja. Namun, juga digunakan oleh petani di empat desa yang ada di dua kecamatan.
Yakni, Desa Kebonmanggu dan Desa Sirnaresmi Kecamatan Gunungguruh dan Desa Kertaraharja serta Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar.







