KESEHATAN

Melihat Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Tipar

×

Melihat Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Tipar

Sebarkan artikel ini
foto:hiti robiah/radarsukabumikepsenKOMPAK DAN ENERGIK: Hal itulah yang ditunjukkan Kepala Puskemas Tipar dr Maya Aprilia bersama seluruh pegawai Puskesmas Tipar melakukan pelayanan publik, Rabu (23/1)

RADARSUKABUMI.com – Puskemas Tipar memiliki tiga Program layanan publik, yakni Inovasi berupa Sistem Cepat Penanganan ODGJ Terpadu (Si Cepot), Sertifikasi Asi Eksklusif (SAE) dan Selasa Jumat Tahu (Sejuta).

Laporan Hiti Robiah

Bank bjb Tandamata

Kepala Puskesmas Tipar dr. Maya Aprilia menjelaskan setiap harinya lebih kurang 180 sampai 200 jiwa pasien yang berkunjung ke Puskesmas Tipar baik untuk berobat atau sekedar konsultasi tentang kesehatan masyarakat. Sesuai data yang didapat, jumlah pasien yang berkunjung ke Puskesmas Tipar mencapai lebih kurang 4.500 jiwa per Desember 2018. Serta terdapat sebanyak 51.206 jiwa per tahun 2018.

Menurutnya 10 penyakit dengan jumlah terbanyak di Puskesmas Tipar di 2018 sama seperti penyakit yang terdapat di puskesmas lain di Kota Sukabumi. Yang banyaknya didominasi Penyakit Tidak Menular (PTM).

Puskesmas Tipar memiliki tiga program unggulan yakni Si Cepot, SAE, dan Sejuta. Inovasi yang ditelurkan Puskesmas Tipar adalah bentuk kerja sama antara masyarakat dan pihak Puskesmas Tipar.”Kami tampung aspirasi warga serta seluruh Tim Puskesmas Tipar untuk melahirkan inovasi-inovasi yang tujuannya melayani masyarakat lebih baik lagi.

Si Cepot adalah inovasi sederhana melalui media yang sederhana juga menurut Maya.”Kami menggunakan Grup Whatsapp yang mewadahi lintas sektor mulai dari camat, kaposek, lurah, danramil, kader dan juga kami sebagai sarana informasi tentang ODGJ yang perlu segera kami tangani,” jelasnya. Si Cepot menjadi program yang diakui Dinas Kesehatan sebagai sarana yang menunjang sigapnya penanganan ODGJ di Kelurahan Tipar dan sekitarnya.

Untuk inovasi SAE, maya menuturkan kurangnya perhatian Ibu yang memiliki bayi untuk memberikan ASI eksklusif. “Program ini untuk membantu para Bunda memberikan ASI eksklusif kepada bayi nya agar terhindar dari risko yang diakibatkan oleh susu formula atau susu kemasan lainnya,” terangnya.

Inovasi Sejuta lahir dari masukan para pasien yang mengusulkan untuk mengisi kegiatan saat mereka menunggu panggilan dokter.”Program Sejuta ini hanya hadir di Selasa dan Jumat, kami isi dengan informasi kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

 

(cr5/d)