JAKARTA— Semakin dikepung dengan tidak berimbangnya pemberitaan media dan hasil survei, justru menjadi keasyikan tersendiri bagi kubu Prabowo-Sandi khususnya Capres Prabowo Subianto. Demikian dikatakan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/10).
“Sebagai seorang pejuang petempur pernah menjadi Panglima Kostrad dan Kopassus, saya rasa itu (kondisi terkepung) malah asyik buat beliau,” ujar Hidayat.
Wakil ketua MPR itu mengaku mengenal sosok Prabowo sebagai figur yang menyukai tantangan sebagai motivasi meraih tujuan. Sehingga, lanjut Hidayat, pernyataan Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Ahmad Muzani soal pasangan kubu Prabowo-Sandi terkepung tidak lain hanya sebagai penyemangat.
“Pernyataan beliau (Muzani) itu hanya untuk justru membangkitkan semangat di Prabowo sendiri dan timnya untuk meraih kemenangan,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua umum Partai Gerindra itu mengatakan bahwa masyarakat tahu persis kondisi ekonomi sekarang yang terpuruk. Hal itu karena hidup mereka semakin susah.
“Saya ke Rembang, Pekalongan, Tegal, di pelosok-pelosok, rakyat tahu apa yang dihadapi oleh bangsa ini,” kata Prabowo saat mengisi materi Rakernas DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Pondok Pesantren Minhajurasidin, Lubang Buaya, Pondok Gede, Jakarta Timur (Kamis, 11/10).
Kondisi itu menurut dia karena elite sudah tidak lagi mementingkan kepentingan rakyat kecil. Elite lebih mementingkan kepentingan pribadi maupun kelompoknya dengan memilih menjalankan ekonomi neoliberal ketimbang ekonomi berbasis Pasal 33 UUD 1945. Makanya, untuk memperbaiki itu, Prabowo bertekad untuk memenangkan ajang Pemilihan Presiden 2019. Dia pun mengingat beberapa pesan generasi milenial yang pernah dia terima.
“Anak-anak muda datang ke saya, “Pak, Bapak harus sehat Pak, Bapak harus maju, harus menang, harus selamatkan negeri ini”,” kata Prabowo meniru pesan anak-anak muda tersebut.
(rus)





