CISAAT— Akibat ada pengerjaan saluran irigasi dan trotoar disejumlah jalan Nasional, puluhan Pot Bunga milik Dinas Perkemsih Kabupaten Sukabumi telantar dibiarkan begitu saja.
Padahal, Pot bunga yang sebelumnya dipasang dinas Perkimsih di Jalan Raya Cisaat Desa Sukamanah Kecamatan Cisaat merupakan hasil dari uang rakyat. Kini, kondisinya sudah setengah rusak akibat proyek Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang dikerjakan pihak ke tiga.
Sulaeman (55) salah seorang warga sekaligus sebagai Ketua Rt 03 menyangkan kondisi pot-pot bunga yang ditata oleh dinas terkait sejak satu tahun sebelumnya, sekarang kondisinya begeletakan di pinggir trotoar yang saat ini sedang di perbaiki.
“Saya sebagai masyrakat sangat menyayangkan dengan nasib pot-pot yang sebelumnya ditanami tanaman bunga, kini rusak tanpa ada perawatan,”kata Sulaeman kepada koran ini, kemarin (8/10).
Jika pot bunga tersebut sudah tidak dipakai lagi, pihanya sebagai warga bersedia menerima pot tersebut untuk penataan taman di depan rumahnya. “Dari pada mubazir bergeletak mending di manfaatkan oleh masyarakat untuk mempercantik taman kampung kami,”katanya.
Pihaknya, sempat meminta kepada pihak pemborong proyek perbaikan trotoar untuk meminta pot-pot tersebut, namun tidak diperbolehkan, dengan alasan itu milik dinas Perkimsih, dan akan di pasangkembali oleh dinas yang membidangi taman.
“Saya hanya merasakan mubah saja, dari pada kondisi dibiarkan rusak, mending jadi bermanfaat untuk masyrakat, padahal uang negara untuk penataan pot tersebut tentunya tidak sedikit,”singkatnya.
Sementa itu Kabid Kawasan Pemukiman dan Pertamanan Agus Sopyan mengaku dengan adanya belasan pot bunga yang kondisi nya rusak akibat adanya proyek pengerjaan trotoar.
“Saya sudah koordinasi dengan pemborongnya, dan itu akan di rapihkan kembali dengan di bantu pihak dinas Pekerjaan Umum,”aku Agus ketika di temui di kantornya, Jalan Perkantoran Jajaway, Palabuhanratu.
Keberadaan pot-pot bunga selalu mendapatkan gangguan dari proyek pekerjaan yang dilaksanakan, proyek galian PLN dan Telkom, untuk upaya meminimalisir terjadinya kerusakan, pihaknya selalu memeberikan tegoran kepada pihak ketiga untuk bisa di rapikan kembali.
“Terkait pot di sepanjang jalan cisaat, sesuai teguran saat mengecek keberadaan pot yang kondisinya rusak tentunya pasti akan di rampihkan kembali oleh pihak pemborong, saya berharap ini tidak terjadi lagi,”singkatnya.
(cr1/d)



