SUKABUMI – Harga kemiri merangkak naik memasuki menjelang Idul Adha 1439 H. Jika semula dijual Rp45 ribu per kilogram (Kg), sekarang menjadi Rp50 ribu per kilogram. Kondisi ini membuat resah masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga, karena kemiri merupakan salah satu rempah-rempah yang paling dicari untuk memasak daging di Lebaran ini.
“Saya sekarang jadi jarang membeli kemiri, harganya mahal kecuali kalau lagi butuh banget terpaksa beli,”keluh Aisyah (40), salah seorang ibu rumah tangga saat ditemui Radar Sukabumi di pasar tradisional Jalan Stasiun Timur, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Senin (20/8).
Menurutnya, berdasarkan informasi dari pedagang yang menjadi langganan Aisyah, tingginya harga kemiri disebabkan lambatnya pasokan dari para petani. Faktor cuaca, juga bisa menjadi penyebab telatnya pertumbuhan kemiri.
“Mungkin karena kemarau yang berkepanjangan, jadi pasokan dari para petani lambat mengirimkannya kepada pedagang,”paparnya.
Dirinya ingin harga bumbu dapur itu bisa turun seperti semula. Lantaran kurang pas rasanya, jika memasak tanpa menggunakan rempah-rempah yang satu ini.
“Penting sekali untuk bumbu masak, apalagi Lebaran pasti perlu banget untuk masak daging, karena kalau tidak memakai kemiri, rasanya kurang enak,”jelasnya.



