BERITA UTAMA

Program Biomassa PLTU Pelabuhan Ratu: Janji Hijau atau Sekadar Gimmick?

×

Program Biomassa PLTU Pelabuhan Ratu: Janji Hijau atau Sekadar Gimmick?

Sebarkan artikel ini
BEROPERASI : PLTU Palabuhanratu berkapasitas 3 x 350 Megawatt (MW) yang dibangun sebagai penopang program pembangunan dan pengembangan pasokan listrik 10 ribu MW.
BEROPERASI : PLTU Palabuhanratu berkapasitas 3 x 350 Megawatt (MW) yang dibangun sebagai penopang program pembangunan dan pengembangan pasokan listrik 10 ribu MW.

SUKABUMI — Rencana PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menggunakan serbuk sorgum produksi masyarakat sebagai bahan bakar campuran (co-firing) batu bara di PLTU Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, menuai sorotan.

Meski diklaim sebagai langkah mendukung transisi energi bersih, program ini dinilai hanya menjadi solusi tambal sulam yang tidak menyentuh akar masalah ketergantungan Indonesia pada energi fosil. Penggunaan biomassa berbasis masyarakat justru berpotensi menambah beban petani tanpa jaminan keberlanjutan pasar.

bank BJB

Direktur Utama PLN IP, Bernadus Sudarmanta, menyebut program ini sebagai sinergi energi dan pertanian. Namun, kritik muncul karena PLN masih mengandalkan batu bara sebagai sumber utama, sementara biomassa hanya dijadikan pelengkap. Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah benar PLN serius menuju target net zero emissions, atau sekadar mencari citra hijau di tengah tekanan publik?

Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam produksi serbuk sorgum dinilai rawan menimbulkan ketidakadilan. Petani diposisikan sebagai pemasok murah untuk kebutuhan energi raksasa, sementara keuntungan besar tetap dinikmati korporasi. Tanpa regulasi harga yang jelas, program ini bisa menjadi jebakan yang merugikan petani di Sukabumi.