Kritikus energi menilai, keberhasilan panen raya sorgum di Ciemas, Sukabumi, hanyalah simbolis. Tantangan nyata adalah memastikan rantai pasok biomassa tidak mengorbankan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Jika PLN hanya berperan sebagai off-taker tanpa strategi jangka panjang, maka program ini berisiko gagal menjadi model transisi energi yang berkelanjutan.
Dengan demikian, rencana co-firing serbuk sorgum di PLTU Pelabuhan Ratu lebih tepat disebut sebagai eksperimen citra hijau ketimbang solusi nyata. Publik menunggu bukti konkret bahwa PLN benar-benar berkomitmen mengurangi ketergantungan pada batu bara, bukan sekadar memoles wajah lama dengan jargon energi bersih.(*)




