BANDUNG – Sejumlah orang tua siswa dan para penggiat pendidikan telah melaporkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Purwanto, ke lembaga Ombudsman RI kantor perwakilan Jabar.
Pasalnya, selaku Kadisdik Jabar, Purwanto dinilai paling bertanggung jawab dalam proses pelaksanaan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) dan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun pelajaran 2026/2027, yang belakangan menimbulkan kekisruhan dari para orang tua siswa.
Berbagai persoalan muncul dalam teknis pelaksanaan PCMB dan SPMB, mulai dari gangguan aplikasi, kurangnya sosialisasi hingga proses penanganan pengaduan yang dinilai lamban.
“Intinya, laporan tersebut dilayangkan terkait dugaan Mal-administrasi dalam pelaksanaan PCMB dan SPMB Jabar tahun 2026,” kata salah seorang orang tua siswa yang enggan menyebutkan namanya, Senin (15/6) lalu.
Menanggapi hal tersebut, dalam sebuah rekaman video yang beredar, Kadisdik Jabar Purwanto, mengatakan bahwa pihaknya (Disdik Jabar) menghormati langkah yang ditempuh masyarakat dan siap mengikuti seluruh proses hukum.
“Ya, kami persilahkan sesuai aturan yang ada, kita ngikuti aja,” ucap Purwanto, dengan singkat, seperti dikutip rekaman video pada Kamis (18/6/2026).
Dijelaskan Purwanto, bahwa pihaknya tidak akan menghindari proses hukum yang dilakukan Ombudsman. Karena itu, jika diperlukan klarifikasi maupun pemeriksaan lebih lanjut, pihaknya siap memberikan penjelasan terkait PCMB SPMB sesuai ketentuan yang berlaku.
Seperti diketahui sebelumnya, akibat munculnya polemik terkait sistem aplikasi PCMB berujung di copotnya Suhendar, yang saat itu menjabat sebagai Kepala UPTD Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Disdik Jabar.
Alasan pencopotan tersebut, diduga Kepala UPTD Tikomdik Suhendar, tidak mampu menangani berbagai persoalan terkait aplikasi PCMB SMA/SMK di seluruh wilayah Jabar, sehingga dinilai menghambat proses pemetaan terhadap para calon siswa.
Pencopotan langsung dilakukan oleh KDM (sapaan akrab Gubernur Jabar) saat melakukan sidak ke Kantor Disdik Jabar. KDM pun langsung merintahkan Kepala BKD Jabar Dedi Supandi menonaktifkan Suhendar. (Ron)






