EKONOMI

Ujung Sukabumi, Ujung Perjuangan: Agen BRI Link Menembus Keterbatasan

×

Ujung Sukabumi, Ujung Perjuangan: Agen BRI Link Menembus Keterbatasan

Sebarkan artikel ini
BERBINCANG : Mantri BRI Unit Palasarigirang Dery Fernandy saat berbicang dengan Subadri (48), seorang ayah dua anak yang bertekad menghadirkan layanan perbankan di daerah terpencil dengan mendirikan Agen BRI Link.

SUKABUMI — Di ujung barat Kabupaten Sukabumi, tepatnya Kampung Cipeutey, Desa Cipeutey, Kecamatan Kabandungan, berdiri sebuah warung sederhana yang menjadi pusat perputaran ekonomi warga. Warung itu milik Subadri (48), seorang ayah dua anak yang bertekad menghadirkan layanan perbankan di daerah terpencil dengan mendirikan Agen BRI Link.

Perjalanan menuju lokasi tidak mudah. Dari pusat Kota Cibadak, jaraknya 39,5 kilometer dengan waktu tempuh lebih dari dua jam. Dari Kota Sukabumi, perjalanan bisa mencapai empat jam melewati jalan rusak, kebun sawit, hingga kawasan Taman Gunung Salak. Namun, di tengah keterbatasan itu, Subadri melihat peluang besar.

Bank bjb Tandamata

“Dulu warga harus ke Palasari, setengah jam perjalanan hanya untuk tarik tunai. Biaya dan waktu habis. Dari situ saya berinisiatif membuka BRI Link,” kenangnya.

Sebelum menjadi agen, Subadri bekerja di sebuah perusahaan setelah lulus STM. Ketika perusahaan bangkrut, ia menggunakan uang pesangon untuk membeli mobil angkutan umum jurusan Parungkuda–Cipeutey. Namun, ia ingin perubahan. Pada 2016 ia mengajukan permohonan menjadi Agen BRI Link, meski awalnya hanya bermodalkan HP dan printer bluetooth. Baru pada 2017 ia resmi mendapatkan mesin dari BRI. Pinjaman awal Rp10 juta kini berkembang menjadi Rp350 juta.

Setiap hari, sekitar 40 orang nasabah datang ke agen miliknya. Perputaran uang mencapai Rp60–70 juta per hari, atau sekitar Rp1 miliar per bulan. Layanan yang paling sering digunakan adalah tarik tunai dan transfer, termasuk pencairan bantuan pemerintah seperti KIP dan BLT. Bahkan, banyak nasabah datang dari wilayah Cianten Bogor dan Nirmala Ciaten, meski jaraknya bisa satu jam perjalanan.

Namun, perjalanan ini tidak selalu mulus. Subadri sering menghadapi modus penipuan. “Ada yang mengaku transfer Rp300 juta, padahal bodong. Saya cek mutasi, tidak ada. Saya jelaskan ke nasabah agar tidak tertipu. Kadang ada yang bawa preman, tapi tetap saya jelaskan dengan sabar,” ujarnya.

Ia juga sering mencegah nasabah agar tidak terhipnotis penipuan online. “Kalau ada orang mau transfer ke orang yang tidak dikenal, saya cegah. Saya jelaskan itu penipuan. Banyak kasus seperti itu.”terangnya.

Meski penuh tantangan, keberadaan Agen BRI Link milik Subadri sangat membantu masyarakat. “Anak-anak bisa menerima kiriman dari orang tua di kota, bantuan pemerintah bisa dicairkan di sini. Tidak perlu jauh-jauh ke unit BRI,” katanya.

Dampak ekonomi bagi dirinya juga terasa. Kini ia memiliki toko bangunan Tiga Putri, dan hasil usaha bisa digunakan untuk zakat serta membantu lingkungan sekitar.

Sementara itu, Eki Dyata Fredi Setiawan, Pemimpin Cabang KC BRI Cibadak, menilai kisah Subadri sebagai bukti nyata peran Agen BRI Link dalam menghadirkan inklusi keuangan. “Subadri adalah contoh bagaimana BRI Link menjadi jembatan bagi masyarakat di daerah terpencil. Dari gang sempit hingga desa di ujung kabupaten, layanan perbankan bisa hadir berkat agen-agen seperti beliau,” ujarnya.

Kepala Cabang BRI Cibadak, Eki Dyata Fredi Setiawan pada saat bersama Stafnya

Menurut Eki, keberadaan BRI Link bukan sekadar memudahkan transaksi, tetapi juga menjaga keamanan masyarakat dari penipuan. “Agen seperti Subadri tidak hanya melayani tarik tunai atau transfer, tetapi juga menjadi pendamping masyarakat. Mereka mengedukasi warga agar tidak tertipu, memastikan transaksi aman, dan menghadirkan rasa percaya.”terangnya.

Ia menambahkan bahwa BRI Cibadak terus memberikan dukungan penuh. “Kami selalu siap membantu agen, baik dari sisi teknis maupun edukasi. Agen adalah ujung tombak kami. Keberhasilan mereka adalah keberhasilan BRI.”tambahnya

Menutup komentarnya, Eki menyampaikan harapan agar BRI Link semakin kuat. “Kami ingin agen-agen membentuk paguyuban, saling membantu ketika ada kekurangan saldo atau cash. Dengan kebersamaan, BRI Link akan terus jaya dan menjadi sahabat masyarakat.”pungkasnya. (*)