BERITA UTAMA

Petani Muda Sukabumi Jadi Finalis Young Ambassador Agriculture 2026

×

Petani Muda Sukabumi Jadi Finalis Young Ambassador Agriculture 2026

Sebarkan artikel ini
Jenal Abidin (33), petani muda asal Waluran, Kabupaten Sukabumi, berhasil menembus Grand Final Young Ambassador Agriculture 2026 tingkat nasional. Mantan pekerja tambang ilegal ini kini menjadi inspirasi generasi milenial untuk kembali ke dunia pertanian

SUKABUMI – Di tengah derasnya arus urbanisasi dan minimnya minat generasi muda terhadap dunia pertanian, sosok Jenal Abidin (33) hadir membawa harapan baru bagi sektor pertanian di selatan Kabupaten Sukabumi. Pemuda asal Kampung Sukasirna, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, berhasil menembus babak Grand Final Young Ambassador Agriculture (YAA) 2026 tingkat nasional.

Ketua Umum komunitas Waluran Green Farmer (WGF) ini harus melewati seleksi ketat dan menyisihkan ribuan peserta dari berbagai daerah dalam ajang yang digagas Kementerian Pertanian melalui program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), IFAD, serta BPPSDMP Kementan.

Bank bjb Tandamata

Namun di balik pencapaian itu, tersimpan kisah perjuangan panjang seorang pemuda desa yang pernah bekerja di tambang ilegal sebelum akhirnya memilih jalan hidup sebagai petani. “Risikonya sangat berat, nyawa jadi taruhan. Akhirnya saya memilih pertanian karena yakin hasilnya juga bisa menjanjikan,” ungkap Jenal.

Bersama empat rekannya, ia mendirikan komunitas WGF dengan modal awal Rp250 ribu hasil iuran. Dari rumah bibit sederhana berukuran 10×12 meter, mereka mulai mengembangkan komoditas cabai. Kini, WGF berkembang menjadi komunitas dengan berbagai unit usaha, membina 375 petani di wilayah Jampangkulon, serta mengelola budidaya dari hulu hingga hilir.

Menurut Jenal, kekuatan utama komunitas terletak pada komitmen dan transparansi. “Kami selalu terbuka dalam pengelolaan anggaran dan hasil usaha. Itu yang membuat komunitas tetap solid,” jelasnya.