SUKABUMI – Harapan masyarakat Sukabumi untuk menikmati akses jalan yang mulus di wilayah selatan segera menjadi kenyataan.
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Ir. H. Yusuf Maulana, memastikan bahwa program pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan provinsi di wilayah Sukabumi akan dituntaskan sepenuhnya pada tahun 2026 mendatang.
Hal tersebut ditegaskan Yusuf Maulana usai melaksanakan rapat kerja bersama Komisi IV DPRD Jawa Barat dengan tujuh dinas mitra kerja di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, belum lama ini.
Agenda utama rapat tersebut adalah membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun 2025.
Sebagai legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) V yang meliputi Kota dan Kabupaten Sukabumi, Yusuf Maulana secara konsisten mendorong agar anggaran infrastruktur dialokasikan pada jalur-jalur vital yang selama ini dikeluhkan warga.
Dua ruas jalan yang menjadi fokus utama dalam penuntasan tahun depan adalah jalur menuju Jampangtengah serta ruas Lengkong–Kiara 2.
“Alhamdulillah, melalui fungsi pengawasan dan penganggaran di DPRD, kami terus mendorong perbaikan infrastruktur ini. Insya Allah, pada tahun 2026, khususnya jalur Jampangtengah dan Lengkong–Kiara 2, akan dituntaskan,” ujar Yusuf Maulana di sela-sela kegiatannya di Bandung.
Bagi masyarakat Sukabumi Selatan, ruas Lengkong–Kiara 2 bukan sekadar jalan biasa, melainkan akses logistik utama yang menghubungkan pusat ekonomi dengan wilayah pelosok.
Yusuf meyakini bahwa dengan konektivitas yang lancar, biaya transportasi dapat ditekan dan harga komoditas lokal dapat bersaing.
“Infrastruktur yang mantap adalah kunci. Kami berharap dengan tuntasnya perbaikan jalan ini, konektivitas antarwilayah semakin membaik dan secara otomatis akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Sukabumi,” tambahnya.
Pembahasan LKPJ Tahun 2025 ini juga menjadi momentum bagi DPRD untuk mengevaluasi sejauh mana penyerapan anggaran dan kualitas pengerjaan proyek-proyek pemerintah di lapangan.
Melalui rapat bersama tujuh dinas terkait, Komisi IV berkomitmen untuk memastikan setiap rupiah dari APBD Jawa Barat memberikan dampak nyata bagi pembangunan di daerah, khususnya di wilayah Sukabumi yang memiliki tantangan geografis yang cukup luas. (why)






