SUKABUMI– Pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Cijambe, Desa sekaligus Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, telah mengubah kehidupan ratusan warga dalam sekejap. Retakan yang terus melebar bukan hanya merusak bangunan, tetapi juga merenggut rasa aman masyarakat, hingga memaksa mereka meninggalkan rumah.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 214 kepala keluarga (KK) tercatat terdampak langsung akibat bencana tersebut. Sebagian warga kini bertahan di tenda pengungsian yang disiapkan pemerintah, sementara lainnya menumpang di rumah kerabat atau mengontrak rumah demi keselamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, mengatakan pihaknya bersama Bupati Sukabumi dan sejumlah perangkat daerah telah meninjau langsung kondisi warga di tenda pengungsian. “Alhamdulillah, kami bersama Pak Bupati dan jajaran sudah meninjau tenda-tenda penampungan warga terdampak. Total warga terdampak saat ini mencapai 214 KK,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Dari jumlah tersebut, 48 KK memilih mengungsi secara mandiri ke rumah sanak saudara, satu KK mengontrak rumah sementara, dan 63 KK atau sekitar 207 jiwa masih bertahan di tenda pengungsian.
Sejak hari pertama, BPBD memastikan bantuan logistik telah disalurkan secara bertahap. Bantuan meliputi kebutuhan pangan, selimut, kasur, hingga layanan kesehatan. “Selama di pengungsian, kami sudah menyalurkan sembako, selimut, dan mi instan. Dari Dinas Sosial juga ada bantuan kasur. Hari ini, bantuan obat-obatan telah diserahkan melalui Kepala Puskesmas Bantargadung,” jelas Eki.






