JAKARTA – Keselamatan merupakan prioritas utama PT Kereta Api Indonesia (Persero). Di balik perjalanan kereta api yang aman dan nyaman, terdapat peran vital Petugas Pemeriksa Jalan Rel (PPJ) yang setiap hari memastikan kondisi prasarana tetap andal, laik operasi, dan memenuhi standar keselamatan perkeretaapian.
Di wilayah Daop 1 Jakarta, sebanyak 96 personel PPJ bertugas memeriksa prasarana rel sepanjang 895.667,5 meter spoor. Tugas ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari sistem pengamanan berlapis (multi layer safety system) untuk memastikan setiap perjalanan berlangsung selamat.
Pemeriksaan dilakukan melalui dua metode: patroli jalan kaki untuk memastikan detail setiap komponen prasarana, serta menggunakan Kendaraan Pemeriksa Jalan Rel (KPJ) untuk menjangkau lintasan lebih panjang secara efektif. Dengan metode ini, potensi gangguan seperti kelonggaran penambat, retak rel, kondisi bantalan, hingga fungsi wesel dapat terdeteksi sejak dini.
Setiap temuan dicatat dan segera ditindaklanjuti melalui mekanisme quick response maintenance guna mencegah gangguan perjalanan. Fokus pemeriksaan dilakukan pada lintas strategis dengan frekuensi perjalanan tinggi, seperti Jakarta Kota–Cikampek, Manggarai–Cikampek, Tanah Abang–Merak, Duri–Tangerang, Jakarta Kota–Tanjung Priok, serta Loop Line.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menegaskan bahwa pemeriksaan jalur merupakan fondasi utama keselamatan operasional.
“Keselamatan perjalanan kereta api dimulai dari kondisi prasarana yang andal. Pemeriksaan dilakukan rutin, bahkan pada jam-jam rendah risiko seperti tengah malam hingga dini hari, agar optimal tanpa mengganggu perjalanan,” ujarnya.
Menjelang masa Posko Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 1 Jakarta menambah 30 personel PPJ untuk memperkuat pengawasan lintas. Penambahan ini bertujuan meningkatkan intensitas patroli dan mempercepat penanganan apabila ditemukan potensi gangguan.




