SUKABUMI – Kamis sore di depan Stasiun Kereta Api Sukabumi, deru kendaraan bercampur dengan langkah cepat para penumpang yang hendak mengejar jadwal keberangkatan. Di tengah keramaian itu, sejumlah petugas Dishub Kota Sukabumi tampak sigap mengatur arus lalu lintas, memastikan kendaraan tidak saling berebut ruang di jalan sempit sekitar stasiun.
Kepala Dishub Kota Sukabumi, Iskandar Ifhan, menyadari betul bahwa lonjakan penumpang kereta harus diimbangi dengan pengaturan lalu lintas yang matang. “Jangan sampai masyarakat terlambat naik kereta hanya karena terjebak macet. Ketepatan waktu itu krusial,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Dishub menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional. Jalur masuk dan keluar kendaraan di area Jalan Stasiun akan diatur sesuai kondisi lapangan. Personel tambahan juga disiagakan di titik rawan kepadatan, bukan hanya untuk mengurai arus kendaraan, tetapi juga menjaga keselamatan pengguna jalan dan calon penumpang.
Tak berhenti di situ, Dishub mewacanakan pembangunan shelter angkutan kota serta titik khusus bagi transportasi daring. Penataan ini diharapkan mampu mengurangi penumpukan kendaraan akibat aktivitas naik-turun penumpang di badan jalan. “Angkutan kota punya peran penting sebagai feeder dari dan menuju stasiun. Dengan penataan yang lebih tertib, arus kendaraan bisa lebih terkendali,” jelas Iskandar.






