RAMADAN tahun ini, Jawa Pos Radar Bromo mengisahkan warga Probolinggo-Pasuruan yang menjalani ibadah Ramadan di luar negeri. Salah satunya yang dirasakan Umi Malikal Bilqis. Remaja 20 tahun yang menimba ilmu di Politeknik Negeri Jember ini menjalani study exchange di Tiongkok.
——————-
UMI Malikal Bilqis harus merasakan panas 38 derajat selama berada di negeri tirai bambu. Suhu tersebut jelas sangat terasa membakar kulitnya. Apalagi, di Tiongkok yang kini masuk musim summer, tidak ada angin seperti di Probolinggo, tanah kelahirannya. Karena itu, saat keluar rumah, barang yang tak lupa dibawanya adalah payung.
“Mungkin kelihatan agak lebay, tapi memang begini kondisinya,” ujar putri sulung dari dua bersaudara itu. Maklum, meski cuaca sedang tidak bersahabat, ia tak mungkin hanya mendekam di asramanya. Selama mengikuti study exchange di Jiangsu Agri-animal Husbandry Vocational College, ia tak mau menyia-nyiakan waktu untuk beraktivitas karena alasan cuaca.
Karena itu, ia tetap berangkat ke kampus yang perjalanannya membutuhkan waktu 15-20 menit. Jarak itu menurutnya lebih singkat daripada lokasi masjid terdekat yang jaraknya dari asrama membutuhkan waktu 30-45 menit. “Di sini masjid jauh,” terang putri pasangan Yadi Sholeh dan Masruroh ini.
Itu sebabnya, perempuan yang di kampungnya tinggal di Jl. Ikan Tengiri, Kelurahan/Kecamatan Mayangan, ini tak saban hari beribadah di masjid. Umi dan kawan-kawannya bisa beribadah di masjid ketika ada aktivitas di luar asrama. Saat melewati masjid dan masuk waktu salat, ia dan teman-temannya pasti beribadah di masjid.



