SUKABUMI — Deru mesin asphalt cutter dan aroma aspal panas mewarnai jalur Sukabumi–Cianjur dalam beberapa pekan terakhir. Di bawah terik matahari dan hujan yang tak menentu, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PPK 2.1) Jawa Barat berpacu dengan waktu.
Misi mereka jelas: memastikan jalur utama Cibadak–Sukabumi–Rajamandala mantap sebelum gelombang mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026.
“Target kami Zero Pothole pada pertengahan Ramadan. Semua lubang harus tertutup maksimal H-10 Lebaran,” tegas Santoso, Pejabat Pembuat Komitmen PPK 2.1 Jabar, Kamis (19/2).
Empat grup teknis patching dikerahkan simultan sejak Januari, mempercepat penanganan agar tidak menumpuk di satu titik. Program preservasi tahun ini dirancang lebih komprehensif, bukan sekadar tambal sulam. Normalisasi saluran, pembabatan rumput, pemangkasan pohon rawan tumbang, hingga perbaikan minor jembatan dilakukan untuk menjaga tingkat pelayanan jalan.
Prioritas diarahkan pada titik padat aktivitas seperti Simpang Selakaso, area RS Hermina, dan depan Gudang Bulog.
“Kualitas tambalan jadi prioritas agar tidak cepat rusak saat dilalui kendaraan berat,” tambah Santoso.
Selain patching, overlay satu lapis juga akan dilakukan di ruas Jalan Raya Lingkar Cianjur, Kecamatan Karangtengah, yang mengalami kerusakan signifikan.




