POLITIK

Imlek 2026 Jadi Panggung Persatuan, Lutfi Achmad Gaungkan Akselerasi Ekonomi dari Sukabumi

×

Imlek 2026 Jadi Panggung Persatuan, Lutfi Achmad Gaungkan Akselerasi Ekonomi dari Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Sukabumi, Lutfi Achmad

SUKABUMI — Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tak sekadar menjadi agenda budaya tahunan. Bagi Ketua DPC Partai Gerindra Kota Sukabumi, Lutfi Achmad, momentum ini harus dimaknai sebagai energi besar untuk memperkuat persatuan sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam pesan reflektifnya pada peringatan Imlek 2026, Lutfi menegaskan keberagaman budaya di Indonesia bukan sekadar simbol seremoni, melainkan kekuatan strategis bangsa.

Bank bjb Tandamata

Mengusung semangat ‘Harmoni Imlek Nusantara’ ini, tradisi Tionghoa memiliki nilai luhur yang relevan dengan pembangunan nasional.

Sebagai politisi yang dikenal dekat dengan gagasan kebangsaan Prabowo Subianto, Lutfi mengaitkan perayaan Imlek dengan spirit Pancasila.

Menurutnya, stabilitas sosial dan politik adalah fondasi utama untuk menjaga Indonesia tetap kokoh di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

“Imlek bukan milik satu golongan. Ini bagian dari narasi besar kebangsaan kita. Di bawah naungan Pancasila, harmoni menjadi energi kolektif agar Indonesia tetap berdiri kuat,” kata Lutfi kepada wartawan, Selasa (17/2).

Tak hanya bicara persatuan, Lutfi yang juga seorang pengusaha menekankan pentingnya menjadikan Imlek sebagai momentum ekonomi.

Ia mendorong perayaan budaya dikembangkan menjadi daya tarik wisata serta motor penggerak UMKM lokal, sehingga tradisi tidak hanya dirayakan, tetapi juga memberi dampak nyata pada kesejahteraan masyarakat.

“Filosofi kerja keras, ketelitian, dan ketangguhan dalam tradisi Tionghoa, dapat menjadi inspirasi untuk memperkuat daya saing nasional. Di tengah tantangan global, resilience menjadi kunci agar pelaku usaha tetap mampu bertahan dan berkembang,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk meninggalkan polarisasi yang berpotensi menghambat pembangunan.

Kolaborasi lintas sektor dinilai sebagai jalan strategis memperkuat rantai pasok ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas akses kemakmuran.

“Lembar baru telah dibuka. Mari kita perkuat persaudaraan, dorong investasi, dan pastikan pertumbuhan ekonomi dirasakan dari Sabang sampai Merauke,” tegasnya.

Perayaan Imlek 2026 pun diharapkan tak berhenti pada kemeriahan lampion dan barongsai, melainkan menjadi momentum konsolidasi nasional menuju Indonesia yang lebih inklusif, berdaya saing, dan sejahtera.

“Gong Xi Fa Cai, semoga kebahagiaan dan kemakmuran menyertai seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya. (Bam)