RADAR SUKABUMI – Meskipun pembangunan tahap 2 proyek Jalan dan Jembatan Sodongkopo, yang terletak di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat (Jabar) telah rampung, namun hingga kini belum didapat informasi kapan akan diresmikan.
Seperti diketahui, Kustoyo selaku Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Wilayah Pelayanan V Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jabar, sekaligus sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek Jalan dan Jembatan Sodongkopo tahap 1 dan tahap 2.
Dalam keterangan yang disampaikan oleh humas UPTD PJJ WP V, ia menyatakan bahwa pihaknya tidak mempunyai kewenangan soal peresmian Jalan dan Jembatan Sodongkopo. Karena yang menjadi kewajiban pihaknya hanya menyelesaikan pembangunannya saja.
“Terkait Peresmian itu bukan kewenangan Kami, kewajiban Kami hanya menyelesaikan Pembangunan sampai selesai,” kata humas UPTD PJJ WP V, dalam pesan WhatsApp-nya, Senin (2/2/2026).
Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa pembangunan Jalan dan Jembatan Sodongkopo tahap 2 ini telah selesai dikerjakan di penghujung Desember 2025 lalu. Jalan dan Jembatan tersebut, kini sudah bisa dilalui atau dioperasikan secara fungsional.
Jembatan pelengkung Sodongkopo ini membentang di sungai Cijulang, dan merupakan akses penghubung antara Desa Batukaras dan Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang, bahkan disebut sebagai ikon Pangandaran.
Adapun dana pembangunan bersumber dari APBD Jabar tahun anggaran 2025, dengan alokasi senilai Rp55,4 miliar. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT. Putra Borneo Sakti, dan selaku Konsultan pengawas dari PT. Lima Pilar Persada dan PT. Puri Dimensi (KSO).
Sementara itu, ketidak-tahuan informasi kapan akan diresmikan disampaikan pula oleh Hadi Somantri, Kepala Desa (Kades) Batukaras, dan juga Mukarom Kepala Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang, Pangandaran, melalui pesan WhatsApp, pada Sabtu (31/1) lalu.
Proyek Mangkrak
Sebagai informasi, sebelumnya atau pada pembangunan tahap 1 pada tahun anggaran 2023 lalu, pembangunan Jalan dan Jembatan Sodongkopo tersebut sempat mangkrak (tidak selesai) sekira 1 tahun lebih. Pada tahap 1, pembangunan proyek tersebut menelan uang APBD Jabar, senilai Rp72 miliar lebih.
Kemudian pada tahun anggaran 2025, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar melalui Dinas BMPR Jabar, kembali menggelontorkan APBD senilai Rp55,4 miliar, yakni untuk pembangunan tahap 2 hingga selesai. (Ron)






