SUKABUMI – Sudah hampir satu bulan, warga di Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, hidup dalam keresahan akibat kehadiran seekor lutung jawa (Trachypithecus auratus). Primata dilindungi ini kerap muncul di atap rumah warga dan berpindah dari satu dahan ke dahan lain. Hingga Minggu (1/2/2026), satwa tersebut belum berhasil ditangkap petugas.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat telah bergerak sejak laporan pertama masuk pada 10 Januari 2026. Bekerja sama dengan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), kandang jebak dipasang di sejumlah titik yang sering dilalui lutung. Namun, hingga kini satwa tersebut belum masuk jebakan.
“Kami sudah memasang kandang jebak dan melakukan pemantauan intensif sejak 10 sampai 20 Januari, tapi lutung tersebut belum juga terjerat,” kata Kepala Resor Konservasi Wilayah (RKW) VI Sukabumi BKSDA Jawa Barat, Isep Mukti Miharja, Minggu (1/2/2026).
Setelah sempat menghilang, laporan kemunculan kembali muncul pada 30 Januari di kawasan Cibolang Kidul, Desa Cibatu. Pola kemunculannya yang acak membuat BKSDA melibatkan relawan lokal untuk melakukan monitoring nonstop.
Secara alami, lutung jawa hidup berkelompok di pucuk pohon hutan. Namun, satwa yang muncul di Cisaat ini terlihat sendirian dan berani mendekati pemukiman. Isep menduga ada dua kemungkinan: lutung tersebut merupakan peliharaan warga yang lepas, atau memang berasal dari hutan.
“Indikasinya, meski berada di pemukiman, ia jarang turun ke tanah dan lebih banyak di atas atap rumah, masih menjaga jarak dengan manusia,” jelasnya.
BKSDA menegaskan larangan keras bagi warga untuk memberi pakan. Interaksi manusia yang terlalu dekat berisiko mengubah perilaku alami satwa atau membuatnya agresif.





