SUKABUMI – Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (24/1/2026). Cuaca ekstrem yang terjadi sejak dini hari hingga siang hari itu mengakibatkan kerusakan bangunan, pohon tumbang yang menutup akses jalan, hingga menimbulkan korban luka.
Koordinator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan intensitas cuaca ekstrem kali ini merata di sejumlah wilayah dan memicu berbagai jenis bencana alam secara bersamaan.
“Berdasarkan data laporan harian per tanggal 24 Januari 2026, tercatat sebanyak 38 titik kejadian bencana yang tersebar di wilayah Kabupaten Sukabumi,” kata Daeng kepada Radar Sukabumi, Minggu (25/1/2026).
Dalam laporan resmi tersebut, total cakupan wilayah terdampak mencakup 22 desa di 16 kecamatan. Bencana pertama terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di Kecamatan Nagrak, ketika angin kencang menyebabkan pohon tumbang menimpa rumah warga. Kejadian serupa kemudian berlanjut di Parakansalak, Cicurug, dan Caringin.
“Dampak paling signifikan terjadi di Kecamatan Kabandungan, Desa Cihamerang. Sebanyak 45 KK dengan 160 jiwa terdampak akibat atap rumah mereka beterbangan diterjang angin kencang,” jelas Daeng.
Selain itu, di Desa Bojongasih, Kecamatan Parakansalak, satu warga dilaporkan mengalami luka ringan. Empat keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat setelah tempat tinggal mereka tertimpa pohon.
Cuaca buruk juga melumpuhkan mobilitas warga. Sedikitnya 14 titik jalan desa dan jalan raya tertutup pohon tumbang. Beberapa fasilitas pendidikan serta Tembok Penahan Tanah (TPT) turut mengalami kerusakan.
BPBD bersama Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), TNI, Polri, dan relawan Tagana telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan evakuasi.






