SUKABUMI – Deru mesin motor yang melaju di jalan setapak licin menjadi satu-satunya harapan warga Desa Sukamaju, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi pascabencana yang merusak infrastruktur desa. Akses mobilitas warga seolah tercekik, hingga pada Jumat (09/01/2026) puluhan personel Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi berseragam merah-putih tiba membawa secercah harapan.
Sedikitnya 30 personel gabungan dikerahkan untuk menembus titik-titik pengungsian. Mereka hadir bukan hanya dengan obat-obatan, tetapi juga membawa logistik dan semangat bagi warga yang sempat merasa terisolasi.
Posko kesehatan darurat yang didirikan PMI segera dipadati warga. Keluhan kesehatan mulai bermunculan, mulai dari penyakit kulit, ISPA, kelelahan fisik, hingga trauma psikologis. Ketua PMI Kabupaten Sukabumi, dr. Hondo Suwito, turun langsung memastikan penanganan medis berjalan optimal.
“Prioritas utama kami adalah menjaga imunitas warga tetap stabil di tengah keterbatasan. Selain pengobatan gratis, kami juga menyalurkan bantuan logistik berupa family kit, beras, mie instan, hingga air minum,” kata dr. Hondo, Kamis (08/01).
Namun misi kemanusiaan ini bukan tanpa hambatan. Jembatan utama Desa Sukamaju terputus total, memaksa kendaraan roda empat tertahan di titik aman terakhir. Distribusi bantuan ke jantung desa hanya bisa dilakukan dengan motor berkapasitas angkut terbatas.
“Mobilitas logistik bergantung pada kendaraan roda dua. Tidak terisolasi total, tetapi akses terbatas ini jelas memperlambat pergerakan bantuan,” ujarnya.






