SIMPENAN – Dalam beberapa hari pantai Talanca Loji, yang berlokasi di Desa Loji, Kexamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi ramai dikunjungi warga sekitar.
Kedatangan warga, selain menikmati liburan natal 2025 dan tahun baru 2026 juga dalam rangka berburu kerang berbentuk pipih berwarna putih yang tersebar diantara tumpukan sampah yang menumpuk diarea pantai tersebut.
Mulyati (42) salah satu warga yang juga menyisir pantai Talanca Loji mengungkapkan, kemunculan keramg kerang putih tersebut sudah terjadi dua hari sebelumnya, yakni Jumat (2/2/2026) sore hari, saat itu kondisi air laut tengah surut.
“Pas kemarin hari Jumat itu, saya sama keluarga main ke pantai Talanca Loji, pas liat itu ada toe (kerang putih), saya cari cari banyak tersebar gak cuman satu, yang paling banyak itu Sabtu kemarin,” ungkap Mulyati.
“Mungkin kan ada beberapa warga juga kemarin itu, jadi saling informasikan, kemarin banyak, kalau sekarang mulai gak ada, kemarin ada yang dapat satu karung, bahkan ada yang dua karung beras 20 Kg itu. Hari ini enggak terlalu banyak,” imbuh Mulyati.
Ditambahkan Dimas warga lainnya, hasil buruan kerang yang didapatmya memang tidak terlalu banyak sehingga hanya untuk konsumsi keluarga, namun bagi sebagian besar warga lainnya yang mendapat banyak buruannya menjual bagi yang berminat.
“Saya mah untuk di makan keluarga saja, tapi yang dapat banyak yang mau beli di jual juga, saya mah gak banyak dapatnya, ini mah kalau di sawah mirip toe, cuman ini kecil bentuknya,” timpalnya.
Menurut Dimas, kerang kerang terdampar ke darat atau ke pantai Talanca Loji ini dampak dari sebelumnya terjadi air laut pasang, sehingga saat kondisi surut terjebak di serakan sampah yang bertebaran di sekitar pantai.
“Kalau kata warga sih ini musiman katanya muncul satu tahun sekali, kaya ikan impun gitu, nah disini mungkin dua ini kemarin munculnya, karena sekarang sudah berkurang kerangnya, air laut juga surut,” tegasnya.
“Kemarin lagi surut mah banyak. Kalau sekarang airnya lagi gede, lagi pasang, jadi agak sulit, karena yang udah terdampar kemarin kebawa lagi ke tengah mungkin,” sambungnya.
Dimas menambahkan bahwa kerang putih umumnya ditemukan di pasir, namun banyak pula yang terjebak di tumpukan sampah kiriman.
“Iya mungkin tadi, kerang kerang ini terdampar ke pasir dan serakan diantara sampah sampah karena terbawa ombak laut jadi ada di tumpukan sampah,” tandasnya. (Ndi)






