SUKABUMI – Perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Sukabumi menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Dinas Perkebunan Jawa Barat, luas areal kelapa sawit di provinsi ini, termasuk Sukabumi, terus bertambah sejak 2016 hingga 2024.
Kelapa sawit kini menjadi salah satu komoditas perkebunan penting di Jawa Barat. Meski tidak sebesar daerah penghasil utama di Sumatera atau Kalimantan, perkembangan sawit di Sukabumi tetap signifikan. Pada 2022, luas areal sawit di Jawa Barat tercatat 15.675 hektare, meningkat menjadi 15.681 hektare pada 2023.
Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) Tahun 2024 Pemerintah Kabupaten Sukabumi dari dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menyebutkan, pada 2022 kebun sawit di Sukabumi mencapai 9.892 hektare dengan produksi 84.936 ton. Setahun kemudian, luas kebun bertambah menjadi 11.255 hektare dengan produksi melonjak hingga 139.839 ton. Namun, pada 2024 luas kebun tercatat 6.792 hektare dengan total produksi 86.104 ton.

Pemerintah daerah menilai, meluasnya perkebunan sawit tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Selain itu, keberadaan sawit di Sukabumi diharapkan mampu memperkuat sektor industri pengolahan minyak sawit yang bernilai tambah.
Meski demikian, pemerintah mengingatkan pentingnya pengelolaan perkebunan sawit secara berkelanjutan. Aspek lingkungan, tata kelola lahan, serta kesejahteraan petani menjadi perhatian agar perkembangan sawit tidak menimbulkan dampak negatif di masa depan.






