SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi meresmikan Gapura Selamat Datang atau Tugu Batas Kota senilai Rp1,9 miliar di Jalur Lingkar Selatan, Rabu (3/12/2025). Ikon baru ini bukan sekadar penanda batas wilayah, tetapi juga simbol arah pembangunan menuju kota yang lebih sejahtera, adil, dan makmur.
Pembangunan gapura yang dikerjakan CV Wikan selama 120 hari sejak 17 Juli 2025 menjadi pintu gerbang resmi bagi warga maupun pendatang. Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan gapura ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Makna gapura bukan hanya ornamen, tetapi cerminan komitmen pemerintah menjalankan amanat konstitusi untuk kesejahteraan warga,” ujar Ayep.
Ia menambahkan, peresmian gapura menjadi momentum mempercepat penyelesaian persoalan mendasar, seperti menurunkan angka pengangguran, memberantas kemiskinan ekstrem, memperbaiki rumah tidak layak huni, menata kawasan kumuh, serta memperkuat penanganan stunting.
Di bidang pendidikan, Pemkot menargetkan rata-rata lama sekolah warga meningkat menjadi 12–14 tahun. Sementara di sektor kesehatan, RSUD R. Syamsudin S.H tengah menyiapkan layanan kemoterapi, stroke, hingga penanganan penyakit berat seperti diabetes dan hipertensi, yang dapat diakses peserta BPJS.
Ayep juga memaparkan rencana pengembangan kawasan investasi baru di sektor industri, pertanian, dan pendidikan. Namun, kebutuhan lahan sekitar 1.500 hektare menjadi tantangan mengingat luas wilayah Kota Sukabumi hanya 48 km persegi. Dukungan Kabupaten Sukabumi dinilai penting agar proyek strategis ini dapat terwujud.
“Peresmian gapura ini adalah penanda fase baru pembangunan. Kota Sukabumi tidak hanya membangun fisik, tetapi juga kesejahteraan warganya,” tegas Ayep.






