BERITA UTAMA

Penampakan Kampung KDM, Harapan Baru Penyintas Pergerakan Tanah di Mekarsari Sukabumi

×

Penampakan Kampung KDM, Harapan Baru Penyintas Pergerakan Tanah di Mekarsari Sukabumi

Sebarkan artikel ini
DIBANGUN : Suasana rumah hunian tetap di Kampung KDM yang terdampak bencana pergerakan tanah, tepatnya di Kampung Cireundeu, RT 06/RW 02, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.
DIBANGUN : Suasana rumah hunian tetap di Kampung KDM yang terdampak bencana pergerakan tanah, tepatnya di Kampung Cireundeu, RT 06/RW 02, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.

SUKABUMI — Puluhan rumah panggung berdiri rapi di Kampung Cireundeu, RT 06/RW 02, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Kawasan ini kini dikenal sebagai Kampung KDM—singkatan dari Kang Dedi Mulyadi—sebagai bentuk penghormatan atas bantuan hunian tetap bagi warga terdampak bencana pergerakan tanah pada Desember 2024 lalu.

Salah satu penyintas, Misbah (35), mengaku lega bisa menempati rumah baru setelah berbulan-bulan tinggal di tenda dan rumah orang tua. “Alhamdulillah, sekarang sudah punya rumah lagi. Terima kasih kepada Pak KDM yang sudah peduli,” ujarnya, Selasa (2/12).

Bank bjb Tandamata

Nama Kampung KDM muncul setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meninjau lokasi bencana pada Juni 2025. Warga yang mengadu belum memiliki hunian layak langsung mendapat respons. Sebanyak 20 warga dipanggil ke Lembur Pakuan dan menerima bantuan pembangunan rumah senilai Rp40 juta per unit.

Lahan seluas 2.700 meter persegi dibeli secara swadaya oleh warga dengan total dana Rp60 juta. Rumah-rumah dibangun dengan desain panggung khas Sunda, sesuai arahan Gubernur Dedi Mulyadi.

Kepala Desa Mekarsari, M. Ilham Maulana, menyebutkan total 26 rumah telah dibangun: 20 unit dari Pemprov Jabar (Rp800 juta), 5 unit dari Pemkab Sukabumi (Rp200 juta), dan 1 unit dari pemerintah desa (Rp40 juta). “Saat ini, 80 jiwa sudah menghuni Kampung KDM,” jelasnya.

Namun, dari 102 kepala keluarga terdampak, baru 26 yang mendapat hunian tetap. Sisanya masih tinggal di zona rawan. “Kami berharap ada tambahan bantuan agar seluruh korban bisa dipindahkan ke tempat aman,” kata Ilham.