Pemprov Jabar

Pemprov Jabar dan PT KAI Berkomitmen, KDM: Saya Ingin Rel Khusus untuk Petani dan Pedagang

×

Pemprov Jabar dan PT KAI Berkomitmen, KDM: Saya Ingin Rel Khusus untuk Petani dan Pedagang

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bersama Direktur Utama PT KAI dan jajaran. (foto: Ist/Pemprov Jabar)
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bersama Direktur Utama PT KAI dan jajaran. (foto: Ist/Pemprov Jabar)

BANDUNG – Melalui konsep “Kereta Petani dan Pedagang” pemerintah provinsi (pemprov) Jawa Barat (Jabar) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) berkomitmen menghadirkan sarana transportasi untuk distribusi hasil bumi yang efisien, murah, ramah lingkungan.

Terkait itu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bersama Direktur Utama (Dirut) PT KAI, Bobby Rasyidin telah membahas inovasi transportasi baru yang mempermudah mobilitas petani dan pedagang di Jabar.

Bank bjb Tandamata

Dalam pertemuan tersebut, KDM- sapaan akrab Dedi Mulyadi- mengusulkan agar salah satu jalur kereta di Jabar, dapat dimanfaatkan untuk mengangkut hasil pertanian dan peternakan, seperti domba, ayam, sayur, buah, dan beras.

“Saya ingin satu rel disiapkan khusus untuk petani dan pedagang. Jadi mereka bisa membawa hasil bumi langsung ke pasar tanpa mengganggu penumpang umum,” ujar KDM, dilansir dari laman Pemprov Jabar, Minggu (9/11/2025).

Bobby Rasyidin menyambut baik ide tersebut. Ia pun mengungkapkan PT KAI telah memproduksi 4 unit Kereta Petani dan Pedagang serta rencananya akan menambah 4 unit lagi yang difokuskan untuk melayani wilayah Jabar.

“Empat unit tambahan ini kami siapkan khusus untuk Jawa Barat. Produksinya segera kami jalankan,” ujar Bobby.

Dia menambahkan, bahwa desain kereta untuk Jabar akan dibuat khusus tanpa AC karena lanjutnya, menyesuaikan dengan kebutuhan pengangkutan hasil ternak dan pertanian. “Presiden juga menyarankan agar kereta angkutan ini tidak menggunakan AC, karena dapat membahayakan hewan-hewan ternak,” ungkapnya.

Sebagai langkah awal tambahnya, PT KAI juga akan meluncurkan Kereta Wisata jalur Cianjur–Sukabumi pada Desember mendatang, hal itu sebagai bagian dari revitalisasi jalur kereta di wilayah selatan Jabar.

Kemudian KDM menambahkan, bahwa langkah ini akan sangat membantu bagi pedagang kecil terutama di daerah-daerah penghasil pertanian dan peternakan seperti Cianjur, Subang, Indramayu, dan Cirebon.

Ia juga mengusulkan agar jalur angkutan hasil bumi dari Cirebon hingga Jakarta diintegrasikan dengan stasiun-stasiun penggilingan beras di sepanjang lintasan. “Bayangkan kalau di dekat stasiun seperti Subang, Indramayu, atau Cirebon dibuat penggilingan beras hasilnya langsung naik kereta api menuju Jakarta,” tutur KDM. (Ron/Hms)