SUKABUMI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi terus berinovasi untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), yang hingga kini masih menjadi tantangan serius di sektor kesehatan. Dua program unggulan pun diluncurkan sebagai ujung tombak upaya tersebut, yakni Sinergitas Upaya Penurunan Kematian Ibu (SERIBU) dan Sistem Rujukan Maternal dan Neonatal Terintegrasi (SIRAMAN).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Reni Rosyida Muthmainnah, menjelaskan bahwa program SERIBU mengusung sepuluh strategi krusial untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu.
“Mulai dari penguatan pemeriksaan Antenatal Care (ANC) berbasis USG obstetri dasar terbatas, pemantauan oleh dokter spesialis kandungan, hingga pendampingan langsung oleh tim ahli,” ujar Reni kepada wartawan, belum lama ini.
Program ini juga mencakup sosialisasi layanan ANC berkualitas, pemanfaatan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), desk data Pemantauan Wilayah Setempat (PWS), serta pelatihan dan pembinaan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).
“Ini bukan sekadar pemeriksaan rutin. Kami memastikan ibu hamil mendapatkan layanan terbaik sejak awal kehamilan. Pembinaan FKTP oleh tim ahli dan pelaporan satu pintu menjadi kunci untuk meningkatkan koordinasi serta akurasi data di lapangan,” jelasnya.






