SUKABUMI — Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi, menyebutkan Posyandu kini tidak lagi hanya dikenal sebagai tempat penimbangan balita. Lembaga pelayanan masyarakat berbasis keluarga ini telah berevolusi menjadi rumah pertama bagi pelayanan dasar warga, yang menjangkau seluruh siklus kehidupan.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi sekaligus Bunda Posyandu, Ranty Rachmatilah mengatakan, Posyandu merupakan rumah pertama pelayanan masyarakat. Di sinilah keluarga mendapat informasi, perlindungan, dan solusi. “Maka kader Posyandu adalah garda terdepan, dan kita harus menjaga mereka dengan pelatihan, dukungan, dan penghargaan yang layak,” kata Ranty kepada wartawan saat menghadiri sosialisasi program kerja TP PKK Kota Sukabumi, Rabu (4/6).
Ranty menekankan, Posyandu kini memiliki peran yang lebih luas dan terstruktur. Penguatan fungsi tersebut juga diperkuat secara hukum melalui Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, yang menetapkan Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan resmi di tingkat kelurahan. “Posyandu adalah lembaga yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat. Di sinilah prinsip perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pelayanan berjalan secara nyata,” ungkapnya.
Menurutnya, transformasi pelayanan berbasis pendekatan siklus hidup yang digaungkan pemerintah pusat telah diimplementasikan di Kota Sukabumi melalui berbagai kegiatan Posyandu yang kini melayani tidak hanya balita, tetapi juga ibu hamil dan menyusui, remaja, usia produktif, hingga lanjut usia (lansia). “Peran kader sebagai ujung tombak pelayanan dan perubahan sosial. Kader Posyandu, bukan hanya petugas teknis, tetapi juga agen deteksi dini, penghubung layanan, hingga penolong pertama dalam situasi darurat,” ujarnya.
Ia mencontohkan, kasus penyelamatan warga lansia oleh kader yang sigap memberikan bantuan dalam masa krusial golden period serangan jantung. “Ini menunjukkan pentingnya kapasitas kader dalam menyelamatkan nyawa,” tambahnya.






