JAWA BARAT

Siap-Siap, Gubernur Jabar Akan Berlakukan Jam Masuk Sekolah, KDM Tegaskan ‘PR’ ke Siswa Akan Dihapus

×

Siap-Siap, Gubernur Jabar Akan Berlakukan Jam Masuk Sekolah, KDM Tegaskan ‘PR’ ke Siswa Akan Dihapus

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. (foto: Ist/ Humas Pemprov Jabar)

RADAR SUKABUMI – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi seakan tak pernah habis akan ide-ide atau gebrakan barunya, untuk kemajuan Tatar Pasundan, dan demi kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.

Seperti diketahui, baru-baru ini KDM- Kang Dedi Mulyadi- (sapaan akrabnya-red), konsen soal pendidikan di Jabar, khususnya terhadap peserta didik, mulai dari pelatihan disiplin di Barak Militer, hingga pemberlakuan Jam Malam bagi Peserta Didik.

Bank bjb Tandamata

Kini, KDM tengah mempersiapkan pemberlakuan jam belajar atau masuk sekolah untuk seluruh jenjang pendidikan pada satuan pendidikan di Jabar, yang rencana dimulai pada pukul 06.30 WIB.

Pemberlakuan jam masuk sekolah tersebut akan dimulai pada tahun ajaran baru 2025/2026. Hal itu sebagimana Surat Edaran (SE) Gubernur Jabat bernomor 58/PK.03/Disdik tentang Jam Efektif pada Satuan Pendidikan di Jabar.

Dalam SE tersebut, KDM memprediksi bahwa kebijakan itu akan menimbulkan pro-kontra. “Tapi, bagi saya pro-kontra adalah hal biasa dalam berdemokrasi,” ucapnya, dikutip dari akun Instagramnya @dedimulyadi71.

“Bagi saya, yang penting tujuan utama kita adalah untuk mewujudkan anak-anak yang Cageur (Sehat), Bageur (Baik), Bener (Benar) Pinter (Cerdas) tur Singer (Terampil),” kata KDM menambahkan.

Selain itu, KDM juga berencana akan menghapus pekerjaan rumah atau biasa disebut “PR” bagi anak-anak didik/siswa sekolah. Karena anak-anak tidak boleh keluar rumah lebih dari pukul 21.00 WIB tanpa pendampingan orang tua/wali, dan tanpa keperluan yang mendesak.

“Seluruh pekerjaan sekolah dikerjakan di sekolah, tugas-tugas sekolah dikerjakan di sekolah, tidak dibawa menjadi beban di rumah,” tegas KDM.

KDM meminta agar anak-anak itu dirumahnya masing-masing harus rileks, baca buku, berolahraga, fokus membantu kedua orang tuanya, meringankan beban pekerjaannya, belajar membereskan rumah, dan berbagai kegiatan lainnya yang bermanfaat.

“Itu merupakam salah satu cara dalam membangun anak-anak, yang memiliki visi dan orientasi yang kokoh untuk menyambut masa depan mereka,” ujar KDM. (Ron/*)