KABUPATEN SUKABUMI

Jalan Rusak Dibiarkan, Kades Titisan Sukalarang Sindir CSR PT GSI 2 dan PT Pratama Abadi Industri

×

Jalan Rusak Dibiarkan, Kades Titisan Sukalarang Sindir CSR PT GSI 2 dan PT Pratama Abadi Industri

Sebarkan artikel ini
Program Corporate Social Responsibility (CSR) dari dua perusahaan besar pembuat sepatu ekspor di Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, yakni PT Pratama Abadi Industri dan PT GSI 2, tengah menjadi sorotan berbagai pihak. 
Program Corporate Social Responsibility (CSR) dari dua perusahaan besar pembuat sepatu ekspor di Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, yakni PT Pratama Abadi Industri dan PT GSI 2, tengah menjadi sorotan berbagai pihak. 

SUKABUMI — Akibat jalan rusak dibiarkan, Program Corporate Social Responsibility (CSR) dari dua perusahaan besar pembuat sepatu ekspor di Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, yakni PT Pratama Abadi Industri dan PT GSI 2, tengah menjadi sorotan berbagai pihak. 

Hal ini mencuat setelah anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Rahma Sakura Ramkar, mengungkap dugaan tidak optimalnya pelaksanaan program CSR oleh kedua perusahaan tersebut.

Bank bjb Tandamata

Kini, Pemerintah Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, turut angkat bicara terkait polemik tersebut. Kepala Desa Titisan, Bambang Nur Aripin, menegaskan bahwa selama ini pihaknya menjalin komunikasi baik dengan kedua perusahaan, khususnya terkait rekrutmen tenaga kerja, persoalan lingkungan, serta program CSR.

“Kenapa saya bahas tiga hal ini? Karena memang itu yang menjadi ramai di masyarakat. Untuk rekrutmen, memang ada warga kami yang sudah bekerja di sana, tapi setiap tahun selalu ada lulusan baru yang juga butuh pekerjaan. Kami selalu minta skala prioritas agar warga Titisan diutamakan,” kata Bambang kepada Radar Sukabumi pada Senin (26/05).

Terkait program CSR, Bambang menjelaskan, bahwa PT GSI 2 masih menjalankan kegiatan CSR secara aktif, meskipun bukan dalam bentuk uang tunai. Kegiatan CSR perusahaan tersebut umumnya berupa bantuan material dan pelibatan pemerintah desa dalam kegiatan seremonial bersama Muspika Kecamatan Sukalarang.

“CSR dari PT GSI 2 jelas dan ada komunikasi yang baik. Kegiatan CSR mereka berupa bantuan material, dan kami diundang dalam seremoni kegiatan itu,” jelas Bambang.

Namun berbeda dengan PT Pratama Abadi Industri. Bambang mengungkapkan bahwa sejak ia menjabat sebagai Kepala Desa pada tahun 2019, belum ada kegiatan CSR dalam bentuk pembangunan fisik yang menyasar masyarakat Desa Titisan, yang notabene masuk wilayah ring 1 terdampak langsung dari aktivitas perusahaan tersebut.