BANDUNG – Pada upacara peringatan ke-117 Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di tingkat pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), 20 Mei 2025 kemarin, tampak diikuti juga para pelajar (siswa).
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengapresiasi seluruh siswa peserta Program Pendidikan Karakter Gapura Panca Waluya yang hadir pada upacara tersebut.
Tak hanya hadir sebagai peserta upacara, mereka (siswa) itu juga bertugas sebagai petugas upacara, dilanjutkan mengikuti parade defile baris-berbaris bersama 11 pasukan TNI dan Polri.
Dalam momentum Harkitnas itu, ratusan siswa dibariskan di halaman Gedung Sate dan bersimpuh di hadapan orang tua mereka masing-masing. “Ini kan urusannya soal rasa, hati, dan cinta,” kata Kang Dedi Mulyadi (KDM) – sapaan akrabnya.
“Siapa sih orang tua yang tidak terharu bertemu anaknya yang sudah berubah,” ucap KDM menambahkan, dikutip laman Disdik Jabar, Rabu (21/5/2025).
Program ini, kata KDM, rencananya akan dikembangkan menjadi Sekolah Kebangsaan Jawa Barat Istimewa (SKJI), yang akan tetap berpusat di Dodik Bela Negara.
“Program ini akan tetap kita dorong dan berlanjut, ini adalah angkatan pertama. Kita akan buatkan sistemnya,” ujar KDM, usai upacara Harkitnas di Gedung Sate Bandung.
“Para Bupati/Walikota pun sudah mulai mengambil peran, saya pikir akan lahir anak-anak hebat dari Jawa Barat,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi alias Kak Seto pun mengapresiasi Pemprov Jabar atas pendidikan karakter Gapura Panca Waluya yang telah meluluskan angkatan pertama.
“Langkah membawa Adik-adik ke Dodik adalah langkah yang tepat dan perlu mendapat dukungan kita semua,” ungkap Kak Seto.
Ia bersama para psikolog pun akan terus memantau perkembangan anak-anak. “Mudah-mudahan ini awal kebangkitan anak bangsa di masa depan,” harapnya. (Ron/Nzr)






