KABUPATEN SUKABUMI

Dorong Digitalisasi, Dinas Perikanan Gandeng Komdigi Tingkatkan Budidaya Ikan di Sukabumi

×

Dorong Digitalisasi, Dinas Perikanan Gandeng Komdigi Tingkatkan Budidaya Ikan di Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Suasana saat dinas perikanan melaksanakan sosialisasi kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) kepada kelompok perikanan.
Suasana saat dinas perikanan melaksanakan sosialisasi kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) kepada kelompok perikanan.

SUKABUMI — Dorong Digitalisasi, Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi terus berinovasi dalam memajukan sektor perikanan budidaya. Kali ini, langkah strategis dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Hal itu dilakukan guna mendorong digitalisasi di sektor tersebut. Upaya ini bertujuan meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta keberlanjutan industri perikanan budidaya melalui penerapan teknologi digital.

Bank bjb Tandamata

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurjayati, mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari visi menjadikan Sukabumi sebagai Kampung Perikanan Budidaya (KPB) modern, sebagaimana ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan sejak tahun 2021.

 “Digitalisasi ini bukan sekadar tren, tapi kebutuhan. Teknologi akan mempercepat proses produksi, menekan biaya operasional, dan menjaga kelestarian lingkungan perairan budidaya,” ujar Nunung. Rabu (21/5/2025).

Salah satu bentuk nyata digitalisasi tersebut kata Nunung adalah pemanfaatan alat microbubble aerator (Microfish) hasil inovasi perusahaan rintisan (start-up) Banoo. Alat ini berfungsi meningkatkan kadar oksigen dalam air dengan konsumsi daya listrik lebih rendah dibandingkan kincir konvensional. Keunggulannya, alat ini dapat dikendalikan dari jarak jauh melalui perangkat seluler dan disesuaikan waktu operasionalnya.

Dimana, lanjut Nunung, sebanyak 60 unit Microfish telah didistribusikan di tiga kecamatan, yakni Caringin, Cisaat, dan Cicantayan. Alat tersebut disewakan kepada pembudidaya ikan untuk digunakan selama dua siklus pemeliharaan.

 “Kami harap kedepannya seluruh pembudidaya ikan di Sukabumi bisa memanfaatkan teknologi ini demi peningkatan kualitas dan daya saing usaha mereka,” tegas Nunung.

Masih kata Nunung, tidak hanya dari sisi teknologi, dukungan pembiayaan dan pemasaran juga turut dihadirkan dalam kerja sama lintas sektor ini. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Bank Mandiri serta PT Suri Tani Pemuka (STP) sebagai mitra pembiayaan dan offtaker hasil perikanan.

Nunung juga menegaskan, dalam rangka memperkuat ekosistem KPB, Dinas Perikanan bersama Dirjen Perikanan Budidaya KKP juga menggelar pembinaan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) dan Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) pada 19–21 Mei lalu.