NASIONAL

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin Beberkan Tiga PR Utama Pemerintah di Hari Buruh

×

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin Beberkan Tiga PR Utama Pemerintah di Hari Buruh

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, memberikan pernyataan khusus dalam rangka peringatan Hari Buruh Sedunia atau May Day 2025.

Legislator dari daerah pemilihan (Dapil) Kota dan Kabupaten Sukabumi ini menyampaikan sejumlah pesan penting bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan ketenagakerjaan.

Bank bjb Tandamata

“Pertama-tama saya mengucapkan selamat Hari Buruh Internasional dan juga Nasional Indonesia. Ini adalah momentum yang penting untuk memberikan perhatian terbaik bagi para buruh dan pekerja di seluruh Indonesia,” kata Zainul kepada Radar Sukabumi pada Kamis (01/05).

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PKB ini menyoroti tiga tantangan utama yang harus segera ditangani oleh pemerintah. Tantangan pertama adalah menciptakan iklim usaha yang kondusif guna menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Di banyak daerah saat ini, masih terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) dan masih banyak pula angkatan kerja yang belum memperoleh pekerjaan yang layak, bahkan menganggur. Oleh karena itu, investasi yang masuk ke Indonesia harus diarahkan pada sektor padat karya, bukan padat modal,” tandasnya.

Tantangan kedua, lanjut Zainul, adalah pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang selaras dengan kebutuhan pasar kerja. Ia menilai, meskipun lowongan kerja tersedia, termasuk di luar negeri, banyak di antaranya tidak dapat terpenuhi karena minimnya SDM yang kompeten.

“BLK-BLK kita dan sistem sertifikasi kompetensi masih belum maksimal. Ini yang menghambat pemenuhan kebutuhan pasar kerja, karena SDM kita belum sesuai dengan standar yang dibutuhkan,” jelasnya.

Adapun tantangan ketiga yang ia tekankan adalah pentingnya perlindungan yang adil bagi para pekerja. Zainul mengungkapkan masih banyak kasus kekerasan, intimidasi, dan perlakuan tidak manusiawi terhadap pekerja.

“Kita masih melihat kasus-kasus kekerasan seksual, penahanan pekerja oleh pengusaha, hingga intimidasi karena keterlibatan dalam kegiatan serikat buruh. Hal ini tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.

Zainul berharap momentum May Day tahun ini menjadi titik balik untuk meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan bagi para buruh di Indonesia. “Iya, ketiga tantangan tersebut harus menjadi fokus pemerintah agar Indonesia memiliki ekosistem ketenagakerjaan yang sehat, adil, dan kompetitif,” pungkasnya. (Den)