BANDUNG — Tidak lama lagi musim penerimaan siswa (murid) baru tahun pelajaran 2025/2026 di Jawa Barat (Jabar) akan segera dimulai. Secarah keseluruh penerimaan murid baru tersebut mulai tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA serta SLB.
Seperrti diketahui sebelumnya, bahwa Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, telah mengingatkan soal pendidikan di Jabar. Agar tidak boleh ada anak-anak yang tidak sekolah karena terhambat SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) tahun 2025.
Untuk itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Deden Saepul Hidayat mengajak seluruh pihak terkait untuk mencari kemudahan-kemudahan yang bisa dilakukan pada SPMB tahun ini (terutama) untuk jenjang SMA, SMK dan SLB.
Hal itu sebagaimana disampaikan Deden, dalam rapat uji publik persiapan SPMB jenjang SMA, SMK, dan SLB tahun 2025, yang digelar di Aula Ki Hajar Dewantara, Disdik Jabar, Kota Bandung, Senin (14/4/2025) kemarin
“Misalnya perubahan nama dari zonasi menjadi domisili, kita harus pahami secara filosofinya. Didiskusikan, mitigasinya seperti apa,” ujarnya, dikutip laman Disdik Jabar, pada Selasa (15/4/2025).
Dikatakan Deden, kewilayahan berubah menjadi rayonisasi. Ini juga harus dikaji ulang, cari yang paling mudah. Jangan sampai mempersulit masyarakat. “Kita harus pikirkan yang terbaik bagi masyarakat. Ini yang paling penting,” ucapnya.
Deden pun kembali menegaskan, bahwa sesuai amanat Gubernur, SPMB 2025 tidak boleh gaduh (harus kondusif), anak-anak di sekitar sekolah bisa masuk sekolah dan prioritaskan anak dari keluarga ekonomi tidak mampu.
“Intinya, pelaksanaan SPMB tahun ini harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” tegas Deden.
“Mari sama-sama kita berkolaborasi, kompak semuanya. Kita persiapkan sistem yang baik,” ucapnya menambahkan.
Dalam kegiatan rapat uji publik internal tersebut hadiri juga Plh Kepala Bidang (Kabid) PSMA yang juga menjabat Kabid PKLK, Kabid PSMK, Kepala Balai Tikomdik Disdik Jabar, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII dan XI serta seluruh panitia SPMB 2025. (Ron/ Rur)






