Pemprov Jabar

Kajian Efisiensi APBD Jabar 2025, Bey Machmudin Sebut Akan Fokus 3 Sektor Utama, Diantaranya Pembangunan RKB

×

Kajian Efisiensi APBD Jabar 2025, Bey Machmudin Sebut Akan Fokus 3 Sektor Utama, Diantaranya Pembangunan RKB

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jabar terpilih Dedi Mulyadi bersama Bey Machmudin
Gubernur Jabar terpilih Dedi Mulyadi bersama Bey Machmudin. (foto: Ist/ HO - Pemprov Jabar)

BANDUNG — Dalam rangka tindak lanjut sebagaimana disebutkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Prabowo Subianto Nomor 1 tahun 2025, yang intinya agar seluruh kepala daerah melakukan efisiensi/optimalisasi penggunaan anggaran pemerintah.

Untuk itu, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat (Jabar) telah mengkaji efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2025, hasil sementara terdapat relokasi dana mencapai Rp 4 triliun.

Bank bjb Tandamata

Menurut Penjabat (Pj) Gubernur Jabar, Bey Machmudin, bahwa efisiensi ini bukan pemangkasan APBD, melainkan relokasi anggaran Rp1-4 triliun, termasuk untuk penggunaan anggaran yang merupakan program prioritas.

“Pembahasan efisiensi anggaran ini sesuai dengan Inpres dan juga menyesuaikan dengan visi-misi Gubernur Jabar terpilih,” kata Bey Machmudin, di Gedung Sate, Bandung.

“Jumlah efisiensi yang diupayakan berada di kisaran Rp2 hingga Rp 4 triliun. Saat ini, angka tersebut masih dalam tahap eksplorasi,” tambah dia, kutip laman Pemrov Jabar, Sabtu (1/2/2025).

Relokasi anggaran ini lanjutnya, akan diterapkan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai dengan hasil koordinasi antara Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan masing-masing dinas terkait dalam waktu mendatang.

“Semua dinas akan terdampak, namun implementasinya masih dalam tahap pembahasan antara Bappeda dan OPD masing-masing. Diharapkan Senin ini akan ada titik temu,” ujarnya.

Bey Machmudin juga menyampaikan bahwa efisiensi anggaran ini akan difokuskan pada tiga sektor utama yaitu, pembangunan infrastruktur jalan, program elektronifikasi untuk mendukung elektrifikasi 100 persen.

Kemudian untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB), hal ini bertujuan meningkatkan fasilitas pendidikan di Jabar. “Tiga sektor utama yang menjadi prioritas adalah pembangunan jalan, elektrifikasi, dan pembangunan RKB,” tuturnya.

Terkait relokasi yang mencapai Rp 4 triliun, Bey Machmudin menekankan bahwa angka tersebut masih dalam tahap penyusunan agar tetap sesuai kebutuhan prioritas pembangunan di Jabar.

“Kami berupaya agar seluruh (program prioritas) dapat tetap berjalan sesuai rencana. Detailnya akan kami bahas lebih lanjut pada pertemuan Senin nanti,” pungkasnya. (Ron)