SUKABUMI — Kabupaten Sukabumi dilanda bencana alam yang memprihatinkan, melibatkan longsor, pergerakan tanah, dan banjir. Dampaknya meluas hingga ke 39 kecamatan, menyebabkan kerusakan parah di berbagai wilayah dan merenggut belasan korban nyawa.
Kondisi ini tak hanya meninggalkan luka mendalam bagi para korban, tetapi juga memunculkan tantangan besar dalam penanganan dan pemulihan pascabencana. Infrastruktur yang rusak, akses jalan yang terputus, dan hilangnya tempat tinggal memaksa warga terdampak menghadapi situasi yang penuh keterbatasan.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi bergerak cepat untuk memberikan bantuan kepada para korban.
Hal demikian, disampaikan Kepala Disdagin Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni melalui Plt Sekretaris Disdagin Kabupaten Sukabumi, H Irwan Fajar kepada Radar Sukabumi. Bahwa menurutnya, bantuan yang disalurkan meliputi uang tunai, pakaian layak pakai, dan karpet untuk alas tidur. Upaya ini bertujuan untuk meringankan beban warga yang tengah menghadapi masa-masa sulit.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit membantu memenuhi kebutuhan mendesak para korban. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak,” kata H. Irwan kepada Radar Sukabumi pada Selasa (07/01).
Lebih lanjut H. Irwan menjelaskan, bahwa bencana alam yang terjadi di Kabupaten Sukabumi pada tahun 2024 ini, bersifat sporadis dan cukup parah. “Sejak tahun 2011 sampai 2017 saya pernah menjabat di BPBD Kabupaten Sukabumi. Jadi, saya tahu betul bagaimana pola kejadian bencana di Kabupaten Sukabumi. Namun, kejadian tahun ini cukup signifikan dampaknya,” ujarnya.






