BERITA UTAMA

Waspada Hujan dan Badai Diprediksi Terjadi 3 hari ke depan

×

Waspada Hujan dan Badai Diprediksi Terjadi 3 hari ke depan

Sebarkan artikel ini
Gumpalan awan hitam tebal (cumulonimbus) yang disertai kilatan petir sedang menyelimuti langit di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK 2), Jakarta Utara, Jakarta, Rabu (4/12/2024).
Gumpalan awan hitam tebal (cumulonimbus) yang disertai kilatan petir sedang menyelimuti langit di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK 2), Jakarta Utara, Jakarta, Rabu (4/12/2024).

JAKARTA Hujan berintensitas deras yang disertai dengan badai atau angin kencang berkecepatan puluhan kilometer per jam diprediksi melanda sebagian wilayah Indonesia yang menurut analisa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geogisika (BMKG) berlangsung setidaknya dalam tiga hari ke depan.

“Peringatan dini cuaca ekstrem ini berlaku mulai sekitar subuh besok 6 Desember sampai 8 Desember 2024,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers yang diikuti secara daring dari Jakarta, Kamis malam.

Bank bjb Tandamata

Dwikorita menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi dipengaruhi oleh sejumlah fenomena atmosfer yakni seperti Madden Julian Oscilliation (MJO), gelombang ekuatorial Rossby, Gelombang Kelvin yang berada di wilayah Indonesia.

Keberadaan bibit siklon tropis 91S yang terpantau oleh tim meteorologi BMKG berada di Samudera Hindia sebelah barat daya Banten pada Kamis (5/12) pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIB juga berpotensi memperbesar dampak yang ditimbulkan pada kawasan sekitarnya.

“Dikhawatirkan dapat memicu terjadinya hujan dengan intensitas sedang – sangat lebat seperti pengaruh bibit siklon 4 Desember lalu yang memicu bencana hidrometeorologi hebat di Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya kemarin,” kata dia.

Dia mengungkapkan bahwa bibit siklon 91s ini berpotensi meningkatkan kecepatan angin di pusat pusarannya hingga 28 kilometer per jam
(15 knot).

Selain itu juga berpotensi menimbulkan dampak berupa angin permukaan yang kencang di sekitar wilayah Samudera Hindia selatan Selat Sunda mencapai 33 kilometer per jam (18 knot) pada lapisan permukaan, dan pada lapisan atas 3.000 feet atau 1.000 meter bisa mencapai 65 km per jam (35 knot).