SIMPENAN – Banjir besar melanda Kampung Mariuk, RT 01, RW 01, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (4/12/2024).
Ketinggian air mencapai 1 hingga 1,5 meter, merendam puluhan rumah dan memaksa warga mengungsi dibantu relawan serta personel gabungan melakukan evakuasi terhadap barang barang yang bisa diselamatkan.
Gin Gin Ginajar, anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kecamatan Simpenan, mengungkapkan bahwa banjir juga meluas ke sejumlah kampung lain seperti Cinyocok, Bagbagan, Rancarenghas, Cihurang, Selakopi, dan Kebon Kopi. Berdasarkan laporan sementara, sekitar 500 rumah terdampak banjir di wilayah tersebut.
“Untuk situasi terkini di Kampung Mariuk telah terjadi banjir yang mana terendam beberapa rumah sekitar 20 rumah, ada 32 kepala keluarga kurang lebih,” ujar Gin Gin.
“Kondisi di lapangan cukup memprihatinkan. Warga berupaya menyelamatkan barang-barang berharga di tengah ketinggian air yang terus mengancam,” imbuhnya.
Setelah sebelumnya evakuasi dilakukan secara mandiri oleh warga, kata Gin Gin selanjutnya tim Sar Gabungan dengan dibantu beberapa relawan yang sudah berada di lokasi mengangkut barang barant yang bisa diselamatkan.
“Untuk evakuasi, masyarakat melaksanakan sendiri dibantu beberapa relawan yang sudsh ada dilapangan saat ini,” jelasnya.
“Meski begitu, upaya evakuasi masih menemui kendala, terutama karena derasnya arus dan tingginya genangan air,” sambungnya.
Gin Gin juga menjelaskan bahwa banjir diakibatkan oleh luapan Sungai Cimandiri yang tidak mampu menampung debit air setelah hujan deras mengguyur selama dua hari berturut-turut.
“Ini banjir terbesar yang kami alami di wilayah ini dalam beberapa tahun terakhir,” paparnya.
Tinggi genangan air 1 meter hingga mencapai 1,5 Meter, hal itu kata Gin Gin berdasarkan hasil pantauannya di lapangan dan beberapa warga bahkan terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat yang lebih aman.
“Untuk yang saya lihat, itu karena disini kan dekat sungai Cimandiri saya kira itu karena luapan sungai Cimandiri, karena hujan tidak reda selama dua hari ini,” bebernya.
Hingga berita ini ditulis, tim gabungan dari berbagai unsur dari pihak Kepolisian, Basarnas, hingga relawan masih berupaya mendata jumlah kerugian serta kebutuhan mendesak warga terdampak. (Ndi)






