SUKABUMI — Palang Merah Indonesia (PMI) bekerja sama dengan Japanese Red Cross Society (JRCS) serta mitra stakeholder terkait lainnya berkomitmen untuk menjalankan program sekolah dan masyarakat tangguh. Salah satu implementasi program tersebut dilakukan di Kabupaten Sukabumi.
Kepala Perwakilan JRCS untuk Indonesia, Awaluddin, menyatakan bahwa berdasarkan Buku IRBI BNPB 2023, Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu daerah yang rentan terhadap bencana, terutama risiko gempa bumi dan tsunami.
“Program ini akan berjalan selama 36 bulan, namun efektifnya selama 2 tahun karena ada masa survei, evaluasi, audit, dan pelaporan,” ujar Awaluddin saat Focus Group Discussion (FGD) bersama PMI Kabupaten Sukabumi di Kantor PMI Kabupaten Sukabumi pada Kamis, 21 November 2024.
Program ini bertujuan untuk menjadikan Kabupaten Sukabumi lebih tangguh terhadap bencana dengan meningkatkan kapasitas masyarakat, terutama di desa dan sekolah yang menjadi target program.
“Tujuan akhirnya adalah bagaimana masyarakat Kabupaten Sukabumi tangguh terhadap bencana,” tambah Awaluddin.
Selain itu, Awaluddin berharap program ini dapat berjalan lancar dan diterima dengan baik oleh seluruh pihak. “Ada tiga harapan kita: pertama, sekolah aman bencana; kedua, masyarakat yang tangguh bencana; dan ketiga, seluruh pihak dapat bahu-membahu mengurangi risiko bencana,” pungkasnya.
Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengurangi risiko bencana di Kabupaten Sukabumi dan membangun kapasitas masyarakat untuk menghadapi berbagai potensi bencana yang ada.






