SUKABUMI – Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi menyelenggarakan skrining kesehatan perempuan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Almulk, Kecamatan Lembursitu, Kamis (14/11).
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sukabumi, Drg Wita Darmawanti mengatakan, srining kesehatan ini menyesar sebanyak 70 pegawai perempuan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi.
“Setiap satu jam satu kematian perempuan meninggal karena Kanker payudara dan kanker leher rahim atau serviks. Sebab itu, srining kesehatan ini sangat penting dilakukan,” kata Wita kepada Radar Sukabumi, Kamis (14/11).
Wita menjelaskan, kegiatan ini sebagai upaya deteksi dini penyakit mematikan. Dengan begitu, saat ditemukan mengidap kanker serviks pegawai dapat langsung melakukan pengobatan.
“Kanker serviks ini, merupakan penyakit yang terjadi ketika sel-sel ganas tumbuh secara tidak terkendali di leher rahim. Selain itu, kanker serviks juga merupakan salah satu penyakit kanker yang paling umum terjadi pada sistem reproduksi wanita yang disebabkan Human Papilloma Virus (HPV) yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual,” jelasnya.
Adapun, penyebab utama kanker serviks adalah HPV dan lebih dari 90 persen kanker leher rahim merupakan jenis skuamosa yang mengandung DNA virus HPV dan 50 persen kanker serviks berhubungan dengan HPV tipe 16 dan 18.
“Kanker ini, banyak menyebabkan kematian pada perempuan, tapi satu-satunya kanker yang dapat dicegah yaitu dengan vaksin HPV dan deteksi dini untuk melihat adanya virus HPV pada serviks sehingga dapat ditangani lebih awal dan tidak berkembang menjadi kanker serviks,” paparnya.
Dalam kegiatan tersebut, sambung Wita, Dinkes juga melakukan penyuluhan tentang kanker leher rahim dan kanker payudara. Hal itu, dilakukan agar semua pegawai di lingkungan Pemkot Sukabumi dapat mengetahui penyebab dan dapat mengantisipasinya.
“Kami juga melakukan pemeriksaan kolestrol, asam urat, gula darah dan HbA1C. Semoga dengan berbagai upaya yang dilakukan dapat mengantisipasi penyakit mematikan tersebut,” pungkasnya. (bam)






