SUKABUMI – Menyambut Hari Kesehatan Nasional ke-60 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Korpri, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi melakukan deteksi dini kanker leher rahim atau Ca Cervix dan sadanis.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Sukabumi, drg Wita Darmawanti menjelaskan, Dinkes bekerjasama dengan Balai Besar Labkesmas untuk melakukan deteksi dini pada usia subur yang pernah melakukan hubungan seksual.
“Kami ucapkan terimakasih kepada BB Labkesmas Jakarta dan Puskesmas yang telah memberi kesempatan bagi warga Sukabumi untuk dapat dilakukan deteksi dini kanker leher rahim dan payudara secara klinis,” jelas Wita kepada wartawan, Rabu (23/10).
Wita menerangkan, pada 2023 lalu terdapat sebanyak 36 kasus kanker leher rahim. Adapun, kanker leher rahim merupakan sejenis kanker yang 99,7 persen disebabkan Human Pappiloma Virus (HPV) onkogenik yang biasa menyerang leher rahim.
“Faktor risiko kanker serviks yaitu, aktivitas seksual pada usia muda, berhubungan sex dengan multi partner, merokok, mempunyai anak banyak, penyakit menular seksual dan gangguan imunitas,” terangnya.
Sebab itu, lanjut Wita, pemerintah berkewajiban untuk melindungi masyarakat dari risiko sakit, mencegah terjadinya kesakitan dan mengendalikan penyakit untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian yang diakibatkan karena penyakit.
“Karena itu, saat ini kami melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi dini. Pemeriksaan ini, mahal jika dilakukan sendiri ke Laboratorium kurang lebih Rp900 ribu, namum lebih mahal megobati jika ditemuakan sudah stadium lanjut,” cetusnya.
Pihaknya berharap, dengan kegiatan ini dapat mengetahui status kesehatan perempuan Kota Sukabumi. “Apabila terdeteksi ada ca serviks atau sadanis dapat deiketahui lebih dini dengan harapan dapat segera diobati dan tidak berlanjut ke stadium atau fase lanjut,” harapnya. (Bam)






