PURABAYA – Satu unit rumah warga di kampung Riung gunung, Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi hangus terbakar setelah api melalapnya.
Informasi didapat, peristiwa kebakaran rumah milik Inda Sutandi dan Nina tersebut terjadi Minggu, (6/10) sekitar pukul 08.30 Wib, beruntung tidak ada korban jiwa hanya satu orang lansia merupakan orang tua korban mengalami luka ringan.
Menurut P2BK Purabaya Yanto Prayitno dalam keterangan resmi yang diterima Radar Sukabumi menerangkan, bahwa peristiwa kebakaran dari keterangan saksi di lapangan tidak diketahui pasti penyebabnya, namun awalnya warga melihat kepulan asap disusul kobaran api sudah terlihat di bagian atap rumah yang dihuni 2 keluarga dengan 6 jiwa tersebut.
“Jadi warga menduga kepulan asap dan kemudian muncul kobaran api diduga dari terjadinya korsleting listrik,” ujar Yanto.
Kobaran api, kata Yanto, langsung membesar dan membakar rumah tinggal milik warga tersebut, yang kemudian merambat sehingga dengan cepat menghanguskan seluruh bangunan beserta isi rumah.
Saat peristiwa terjadi, kata Yanto lagi, pasangan suami istri itu sedang tidak ada di rumah alias tengah bekerja di luar, di dalam rumah hanya ada orang tua dari korban yakni Kanot dan Ocih yang telah berusia lanjut.
“Ada lansia di dalam rumah itu, yang sudah tua dan lagi sakit, jadi tidak mungkin untuk memadamkan kobaran api,” jelasnya.
Melihat kobaran api membesar, lanjut Prayitno warga sekitar dengan alat seadanya langsung berusaha memadamkannya, yang kemudian tidak berselang lama tim dari petugas pemadam kebakaran datang hingga api berhasil dipadamkan.
“Rumah tinggal mengalami rusak berat habis beserta isinya tidak ada yang tertolong, dan pak Kanot mengalami luka ringan kena percikan api,” terangnya.
“Selain yang terbakar isi rumah, juga termasuk surat surat penting, seperti kartu keluarga, STNK kendaraan dan lainnya, sementara untuk para korban diungsikan ke rumah tetangga dan kerabat terdekatnya,” imbuhnya.
Adanya peristiwa itu, kata Prayitno lagi pihaknya langsung berkordinasi dengan pemdes, kecamatan dan unsur terkait lainnya untuk melakukan pengecekan dan penanganan sementara.
“Tadi juga warga dihimbau untuk selalu waspada dan berhati hati, guna menghindari kejadian serupa terulang,” tandasnya. (Ndi).






