SUKABUMI – Kastukpa Lemdiklat Polri, Brigjen Pol Dirin secara resmi membuka Gladi Wirottama SIP angkatan ke-53 Gelombang II di Lapangan Soetadi Ronodipuro, Setukpa Jalan Bhayangkara Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Sabtu (21/9).
“Sesuai dengan jadwal hari ini, kami melaksanakan Gladi Wirottama yakni para siswa didik berjalan darat hingga ke Cinumpang Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi,” kata Brigjen Pol Dirin kepada wartawan, belum lama ini.
Lanjut Polisi berpangkat Bintang Satu ini, menyampaikan jarak tempuh Gladi Wirottama yang dilakukan para siswa sekitar 26 kilometer, seusai tiba di lokasi siswa akan bermalam satu hari dan keesokan harinya kembali pulang ke Setukpa.
“Kegiatan jalan darat ini bertujuan untuk salah satunya secara fisik kita akan menguji ketahanan fisik mereka, karena dalam kurun satu bulan ini para siswa didik menjalani basis. Kita genjot fisiknya, bikin siswa sehat dan secara mental akan menguji ketahanan mentalnya seperti apa saat dalam perjalanan permasalahan apa hingga menuju lokasi tujuan,” paparnya.
Menurutnya, persiapan sudah dilakukan dengan matang lantaran setiap Sabtu semua siswa didik melaksanakan ekspedisi darat. Mereka dilatih untuk jalan darat dari 10 kilometer, 6 kilometer dan setiap harinya digenjot berlatih fisik sehingga dipastikan sudah siap baik secara fisik maupun mentalnya.
“Menurut saya, kegiatan jalan darat ini juga sebagai healing dapat menciptakan kekeluargaan begitu kental terhadap mereka nantinya bisa sharing, saling berbagi pengalaman karena para siswa di Setukpa berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Dengan mereka kumpul di sini, bisa saling cerita berbagi pengalaman bagaiman untuk pemecahannya, sehingga akan memperkaya pengetahuan para siswa guna mengahdapan permasalahan kedepannya,” bebermya.
Sedangkan, peserta kegiatan jalan darat ini terdapat sebanyak 1.212 yang terdiri dari seluruh Indonesia termasuk dengan 98 Polisi Wanita (Polwan). Untuk Polwan sendri agak berbeda jalurnya karena pihaknya harus memperhatikan kekuatannya dan tantangannya berbeda.
“Semua siswa didik mengikuti kegiatan jalan darat ini, kami juga ikut pelajaran. Jadi, persentasenya akan dihitung. Meskipun ada yang sakit, habis operasi kista tetap ikut walaupun diberikan dispensasi yang akan dibantu dengan kendaraan beserta tim nakes. Ya, paling tidak siswa yang sakit bisa mengambil hikmahnya dari siswa lainnya betapa beratnya berjalan dan lainnya,” pungkasnya. (Bam)






