SUKABUMI – Pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Dida Sembada selesai menjalani tahapan tes kesehatan di RSUD R Syamsudin SH pada Rabu (28/8) sore.
Keduanya terlihat lega usai dilakukan pemeriksaan hampir sembilan jam oleh tim dokter dan tenaga medis lainnya. Proses tersebut sebagai bagian dari persyaratan setelah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa (27/8) lalu.
”Alhmadulillah kami berdua sudah melakukan medical cekup, sebagai salah satu syarat bagi pasangan calon yang telah mendaftar ke KPU,” terang Bacalon Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi.
Diakui Fahmi, tes kesehatan berjalan lancar tanpa ada hambatan dan mudah-mudahan tidak ada hal yang mengkhawatikan. ” Semua berjalan lancar, membahagiakan dan menggembirakan. Pelayanan rumah sakit RSUD sangat baik,” aku Fahmi.
Sementara itu, Ketua Tim Pemeriksa Kesehatan RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi dr M Arjan Alfaris menerangkan, pasangan Fahmi-Dida melangsungkan pemeriksaan dengan lancar dan hasilnya rekam medis masing-masing calon walikota dan wakilnya tidak dibuka ke media. ” Intinya, mereka mampu melaksanakan pemeriksaan kesehatan baik fisik, mental dan psikiatri,” ungkapnya.
Menurut Faris, ada banyak tahapan pemeriksaan kesehatan mulai dari ujung kepala hingga kaki seperti jantung, paru, dan ginjal. Di mana, ada tiga pemeriksaan baik fisik, mental dan psikologis.” Nanti ada rapat pleno terkait hasil, menunggu semua pasangan diperiksa,” kata Faris.
Sebelumnya, Ketua KPU Kota Sukabumi Imam Sutrisno mengungkapkan, pemeriksaan kesehatan ini dilakukan berdasarkan rangkaian teknis tahapan Pilkada 2024 yang diterbitkan KPU RI.
Tujuannya dalam memastikan kelayakan calon pemimpin untuk menjalankan tugasnya. Adapum pasangan Fahmi-Dida ini diperiksa oleh 17 dokter spesialis dan satu psikolog.
Sementara materi ujinya berjumlah 18 item. ” Dari 18 item yang diuji, akan dilihat dari sisi kesehatannya. Apakah yang bersangkutan dinyatakan layak atau berisiko secara kesehatan sehingga dapat melaksanakan tugas untuk lima tahun ke depan. Tes kesehatan secara ketat ini akan dijalani oleh seluruh bakal calon,” ungkapnya.
Sebab lanjut Imam, semua bakal calon yang mendaftar memiliki kemungkinan yang sama (soal kesehatan) jika nanti terpilih. ” Semuanya harus diuji ketat, kelayakan dan kemungkinan dapat sehat secara jasmani maupun secara psikis, sehingga layak memimpin lima tahun,” pungkas dia. (Ris)






