SUKABUMI – Petugas fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Gede Pangrango, kembali menemukan indukan burung Elang Jawa.
Jenis burung yang memiliki nama latin Nisaetus Bartlsi ini, telah terekam kamera petugas pada saat bertengger di pepohonan yang ada di kawasan Gunung Gede Pangrango.
Hal demikian, disampaikan Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), Agus Deni. Bahwa, Burung Elang Jawa yang merupakan salah satu burung endemik di Pulau Jawa ini, merupakan satwa yang memiliki status genting (endangered) berdasarkan IUCN Redlist databook.
“Untuk itu, pemerintah menetapkan Elang Jawa merupakan jenis satwa liar yang dilindungi,” kata Agus pada Rabu (28/08).
Untuk itu, Agus mengaku lega karena keberadaan Elang Jawa masih bertengger di pepohonan yang ada di kawasan Gunung Gede Pangrango. Hal ini, membuktikan bahwa ekosistem di hutan tetap terjaga.
“Iya, lega lah. Karena, petugas Fungsional PEH menemulan soal indukan satwa prioritas TNGGP elang jawa. Nah, ini membuat kita bergembira,” tukasnya.
Menurutnya, keberadaan Elang Jawa ini sangat penting dalam sebuah ekosistem hutan, sebagai burung pemangsa (raptor) menjadikannya top predator sekaligus pengendali hama.
“Untuk itu, kita harus terus berusaha maksimal dalam menjaga dan melindungi habitat mereka agar keberadaan elang jawa bertengger di kawasan Gunung Gede Pangrango,” pungkasnya. (Den)






